MuhammadiyahLamongan.com – Program Raih Impian ke Tanah Suci dan Ibadah Haji (RICH) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Belum genap satu bulan bekerja di Arab Saudi, para perawat alumni program tersebut langsung dijadwalkan mengikuti ujian Prometrik sebagai syarat kompetensi tenaga kesehatan internasional.
Pada periode Mei 2026, sebanyak delapan perawat program RICH UMLA berhasil meraih one shoot pass atau lulus dalam satu kali ujian Prometrik. Capaian tersebut menjadi bukti kualitas pembinaan, pendampingan, dan kesiapan kompetensi yang diberikan selama mengikuti program internasional itu.
Adapun delapan perawat yang berhasil lulus Prometrik periode Mei 2026 ialah:
- Ns. Alvina Tias Dani Erikmetika, S.Kep.
- Ns. Ariska Fitria Rahmawati, S.Kep.
- Ns. Fara Nanda Alifiah, S.Kep.
- Ns. Hana Nurkamilah, S.Kep.
- Ns. Isnaini Fidyatus Sa’adah, S.Kep.
- Ns. Mar’atus Sholikhah, S.Kep.
- Ns. Maratun Jamilah, S.Kep.
- Ns. Miftakhul Inayah, S.Kep.
Ketua Program RICH UMLA, Ns. Nur Hidayati, S.Kep., M.Kep., menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian para alumni yang mampu beradaptasi cepat di lingkungan kerja internasional sekaligus menuntaskan ujian Prometrik dengan hasil memuaskan.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas capaian anak-anak. Belum genap satu bulan berada di Arab Saudi, mereka sudah langsung dijadwalkan mengikuti ujian Prometrik dan berhasil meraih one shoot pass pada periode Mei 2026,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa ujian Prometrik bukan ujian yang mudah karena menggunakan standar internasional dengan bahasa asing serta materi kompetensi yang cukup kompleks.
“Prometrik membutuhkan kesiapan mental, kemampuan bahasa, serta penguasaan materi keperawatan yang baik. Karena itu, proses pendampingan selama program RICH memang kami siapkan secara intensif agar mahasiswa benar-benar siap menghadapi dunia kerja internasional,” tambahnya.
Nur Hidayati menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa perawat Indonesia, khususnya lulusan UMLA, mampu bersaing di tingkat global.
“Mereka membuktikan bahwa lulusan daerah juga bisa mendunia. Dengan semangat belajar dan disiplin yang kuat, mereka mampu menunjukkan kualitas terbaik sebagai perawat profesional di Arab Saudi,” tuturnya.
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa dan calon perawat lainnya untuk terus meningkatkan kualitas diri serta tidak takut mengambil peluang karier internasional.
“Kami berharap keberhasilan ini menjadi penyemangat bagi adik-adik mahasiswa lainnya untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan berani mewujudkan mimpi berkarier di luar negeri,” katanya.
Menurutnya, program RICH UMLA tidak hanya membuka peluang kerja internasional, tetapi juga menjadi jalan bagi para alumni untuk lebih dekat dengan Tanah Suci.
“Program ini bukan hanya tentang bekerja di Arab Saudi, tetapi juga tentang mewujudkan impian ke Tanah Suci. Banyak alumni yang akhirnya bisa umrah, bahkan mengajak orang tua dan keluarganya untuk beribadah ke Makkah dan Madinah,” pungkasnya. (*)
Penulis : Novita Dwi Nur Hidayah | Editor : Fathan Faris Saputro