Namun, ada hal menarik lain yang mencuri perhatian dalam momen sakral tersebut. Sosok yang dipercaya menjadi imam sekaligus khatib dalam salat berjamaah di hadapan Kepala Negara ini adalah seorang akademisi dan putra daerah asli Jawa Timur, yakni Fakhruddin Arrozi (36), seorang dosen di Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA).
Presiden Prabowo Subianto bersama rombongan, termasuk Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, tiba di lokasi sekitar pukul 08.40 waktu setempat. Mengenakan pakaian serbaputih dan peci hitam, orang nomor satu di Indonesia itu langsung membaur di barisan saf terdepan bersama jemaah lainnya untuk mengumandangkan takbir berdasarkan dokumentasi resmi Sekretariat Presiden.
Dipercaya memimpin ibadah di depan tokoh penting negara rupanya dihadapi dengan ketenangan luar biasa oleh pria asal Kelurahan Tumenggungan, Lamongan Kota ini. Saat dikonfirmasi melalui aplikasi pesan WhatsApp pada Rabu (27/5/2026) malam.
Fakhruddin mengaku perasaannya saat memimpin salat berjalan biasa saja karena meyakini bahwa di hadapan Sang Pencipta semua manusia memiliki kedudukan yang sama.
“Alhamdulillah biasa mawon (saja), semua manusia sama, cuma protokolernya agak ketat mawon bedanya,” ungkap Fakhruddin melalui pesan tertulisnya.
Karena ketatnya penjagaan dari Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres), Fakhruddin mengaku tidak sempat berbincang panjang secara langsung dengan Presiden Prabowo.
Kendati demikian, interaksi hangat justru terjadi dengan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya setelah prosesi ibadah rampung. Fakhruddin menyebut bahwa Seskab Teddy sempat menanyakan detail mengenai latar belakang profil dirinya.
“(Presiden Prabowo) dijaga ketat Paspampres, sempet ngobrol dengan Seskab Teddy mawon tadi. Tanya-tanya profil mawon tadi, asal mana, dari pesantren mana, kuliah di mana gitu. Sama sekalian sekarang sedang studi di kampus mana dan jurusan apa,” imbuhnya menjelaskan isi obrolan tersebut.
Diketahui, rekam jejak kepesantrenan dan akademis Fakhruddin memang cukup mentereng. Pria kelahiran 36 tahun silam ini merupakan alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo (2001–2007). Ia kemudian menyelesaikan studi S1 di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya (2009–2014) dan meraih gelar Magister (S2) dari Universitas Islam Internasional Islamabad, Pakistan (2016–2021). Saat ini, dirinya tengah menempuh studi doktoral (PhD) Program Studi Studi Islam di Universiti Muhammadiyah Malaysia.
Keberadaannya di Prancis sendiri sudah memasuki tahun ketiga. Ia menceritakan bahwa awalnya bertolak ke negeri mode tersebut demi menemani sang istri yang sedang menempuh studi Master (S2). Namun, selama menetap di sana, ia justru diamanahi tanggung jawab besar sebagai Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Prancis.
“Di sini kulo (saya) diamanahi sebagai ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Prancis bapak. Ini tahun ke-3,” jelasnya.
Meski bertolak dan beraktivitas di Eropa, ikatan akademisnya dengan tanah kelahiran tidak putus. Hingga saat ini, Fakhruddin tercatat aktif mengajar sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Lamongan secara daring (online).
Beberapa mata kuliah yang diampunya meliputi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), Ushul Fiqih, hingga Manajemen Produk Halal. Di samping mengajar, ia juga mengemban posisi strategis sebagai Koordinator Halalan Thayyiban Halal Center Umla serta Anggota Lembaga Pemeriksa Halal Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan.
Momen tersebit tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi Fakhruddin, namun juga mengukuhkan reputasi global para akademisi dan civitas akademika asal Kabupaten Lamongan di mata dunia
Penulis Iyan Editor Lim