Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Rihlah Tiga Hari di Yogyakarta, Siswa Matsaga Sedayulawas Belajar Sejarah Merapi hingga Jejak Peradaban Prambanan

MuhammadiyahLamongan.com – MTs Muhammadiyah 3 Sedayulawas (Matsaga) menggelar rihlah edukasi ke Yogyakarta pada 19–21 Juni 2026. Kegiatan yang diikuti 91 siswa kelas IX dan didampingi 20 guru tersebut dirancang sebagai sarana pembelajaran di luar kelas untuk memperkaya wawasan sejarah, budaya, kebencanaan, serta mempererat kebersamaan antarsiswa.

Selama tiga hari dua malam, rombongan Matsaga mengunjungi sejumlah destinasi edukatif yang menjadi media pembelajaran kontekstual bagi para peserta. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan pengalaman rekreasi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai pengetahuan, karakter, dan kebangsaan.

Pada hari pertama, para siswa mengikuti Lavatour Merapi di kawasan lereng Gunung Merapi. Dengan menggunakan jeep, mereka menyusuri sejumlah titik penting yang menjadi saksi dahsyatnya erupsi Merapi. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Museum Sisa Hartaku yang menyimpan berbagai peninggalan warga terdampak erupsi, termasuk kisah ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Batu Alien dan kawasan Sungai Kalikuning. Selain menikmati panorama alam yang khas, siswa juga memperoleh pemahaman mengenai mitigasi bencana dan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi risiko alam.

Memasuki hari kedua, kegiatan berfokus pada wisata budaya dan sejarah. Rombongan mengunjungi kawasan Malioboro untuk mengenal lebih dekat kehidupan sosial, budaya, dan sejarah Kota Yogyakarta. Di kawasan tersebut, siswa belajar berinteraksi dengan masyarakat maupun wisatawan dari berbagai daerah.

Agenda dilanjutkan dengan kunjungan edukatif ke Candi Prambanan, salah satu situs warisan dunia UNESCO. Di lokasi ini, para siswa mendapatkan penjelasan mengenai sejarah pembangunan candi, keindahan arsitektur, relief, serta nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Melalui kisah legenda Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso, siswa juga diajak memahami pentingnya toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, dan pelestarian warisan budaya bangsa.

Selama kegiatan berlangsung, seluruh peserta menginap di Hotel Avery, Yogyakarta, dengan pendampingan dan pengawasan penuh dari para guru untuk memastikan keamanan serta kenyamanan siswa.

Ketua Panitia Rihlah Edukasi, Muhammad Kholis, S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai bagian dari proses pembelajaran yang lebih luas.

“Rihlah ini bukan sekadar perjalanan wisata. Ini adalah kelas di luar ruang. Dari Lavatour, siswa belajar tentang kebesaran Allah SWT sekaligus pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Dari Prambanan mereka belajar sejarah dan toleransi, sedangkan dari Malioboro mereka belajar kemandirian serta kemampuan bersosialisasi,” ujarnya.

Kepala MTs Muhammadiyah 3 Sedayulawas, Abdul Hamid, S.Pd., mengapresiasi kerja keras panitia serta antusiasme seluruh peserta yang mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh semangat.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi siswa, baik dalam aspek ilmu pengetahuan maupun pembentukan karakter. Anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan luas, akhlak yang baik, dan kepedulian terhadap lingkungan serta budaya bangsa,” tuturnya.

Kegiatan rihlah edukasi ditutup dengan sesi refleksi bersama selama perjalanan pulang. Banyak siswa mengaku memperoleh pengalaman baru yang berkesan dan menjadi salah satu momen terbaik selama menempuh pendidikan di Matsaga.

Melalui program ini, pihak sekolah berharap rihlah edukasi dapat terus menjadi agenda tahunan yang mampu melahirkan generasi berilmu, beradab, serta memiliki wawasan kebangsaan yang kuat. (*)

Penulis : M Kholis | Editor : Fathan Faris Saputro

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Siap Taklukkan Dunia, Para Wisuda Dibekali Tiga Nasihat Emas

Read next
0
Share