MuhammadiyahLamongan.com – SMA Muhammadiyah 9 Brondong (SMAMIX) mulai menerapkan Program Zero Plastic sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur melalui Program Zeplass (Zero Plastic). Program tersebut bertujuan menumbuhkan budaya peduli lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan sekolah.
Kepala SMAMIX, Fazlur Rohman, menjelaskan bahwa program tersebut diwujudkan melalui pembiasaan membawa tumbler dan kotak makan pribadi dari rumah bagi guru maupun tenaga kependidikan.
“Harapannya, Bapak/Ibu Guru dan tenaga kependidikan SMAMIX terbiasa membawa tumbler dan kotak makan sendiri dari rumah sebagai upaya mengurangi limbah plastik. Dengan contoh dan kebiasaan baik dari para guru, diharapkan siswa juga akan mengikuti,” ujar Fazlur Rohman dalam kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru, Kamis (18/6/2026).
Program tersebut mendapat respons positif dari para guru. Guru Bimbingan dan Konseling, Nur Eka Rahmawati, menilai gerakan Zero Plastic merupakan langkah yang tepat karena dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga lingkungan sekaligus mengurangi sampah plastik di sekolah.
“Program ini sangat baik karena secara tidak langsung para guru memberikan contoh dalam menjaga alam dan mengurangi sampah plastik. Selain itu, sekolah juga telah memfasilitasi guru dengan memberikan tumbler dan kotak makan baru sehingga tidak ada alasan untuk tidak membawa botol minum sendiri,” katanya.
Menurut Nur Eka, gerakan Zero Plastic sebaiknya tidak hanya diterapkan kepada guru, tetapi juga diperluas kepada siswa. Ia mengusulkan penyediaan galon air minum di setiap kelas serta pengurangan penjualan air minum kemasan plastik di koperasi sekolah.
Pandangan serupa disampaikan Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Hasan Al Bana. Ia menilai penggunaan tumbler merupakan langkah efektif untuk mengurangi ketergantungan terhadap plastik sekali pakai yang selama ini menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar di lingkungan sekolah.
“Dampak positifnya jelas, volume sampah akan berkurang dan lingkungan sekolah menjadi lebih bersih dari tumpukan botol plastik bekas. Selain itu, kebijakan ini juga melatih tanggung jawab dan kedisiplinan dalam membawa perlengkapan pribadi,” tuturnya.
Hasan menambahkan, penggunaan tumbler juga dapat membantu menghemat pengeluaran serta menjaga kualitas air minum tetap higienis apabila sekolah menyediakan fasilitas air isi ulang yang memadai.
Melalui Program Zero Plastic, SMAMIX berharap seluruh warga sekolah dapat membangun kebiasaan hidup yang lebih ramah lingkungan. Para guru diharapkan menjadi teladan terlebih dahulu sehingga budaya peduli lingkungan dapat tumbuh dan diterapkan secara konsisten oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari. (*)
Penulis : Zumrotul Ina Ulfiati | Editor : Fathan Faris Saputro