MuhammadiyahLamongan.com – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Lamongan menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara II Pentas Seni dalam ajang Aisyiyah Cadre Camp (ACC) 2026 yang diselenggarakan Majelis Pembinaan Kader (MPK) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Timur. Kegiatan tersebut berlangsung di Agro Mulia Prigen, Pasuruan, pada 25–26 Juni 2026, dan diikuti oleh perwakilan dari 38 Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah se-Jawa Timur.
Aisyiyah Cadre Camp merupakan agenda pembinaan kader yang berfokus pada penguatan ideologi, kepemimpinan, dan pengembangan kapasitas organisasi. Selain menjadi ruang belajar bersama, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat ukhuwah antarkader melalui berbagai aktivitas edukatif, kolaboratif, serta perlombaan yang mendorong kreativitas.
Dalam kompetisi pentas seni, kontingen PDA Lamongan yang mengusung nama Walidah Squad Kamping Kader ‘Aisyiyah berhasil memikat perhatian dewan juri dan peserta. Penampilan mereka mengangkat kekayaan budaya lokal Kabupaten Lamongan melalui konsep yang kreatif, komunikatif, dan sarat makna.
Tim membawakan lagu Wingko Babat dengan sajian yang interaktif. Tidak hanya menyuguhkan penampilan musikal, para kader juga membawa wingko khas Babat untuk dibagikan kepada tamu undangan dan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Aksi tersebut menciptakan suasana yang hangat sekaligus menjadi sarana memperkenalkan salah satu kuliner khas Lamongan kepada seluruh peserta ACC.
Kreativitas dalam mengemas pertunjukan, kekompakan antarpersonel, serta kemampuan memadukan seni dengan promosi budaya lokal mengantarkan PDA Lamongan meraih Juara II Pentas Seni. Prestasi tersebut diraih di tengah persaingan puluhan kontingen dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Tim Walidah Squad Kamping Kader ‘Aisyiyah diperkuat oleh kader-kader terbaik dari berbagai Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA), yakni Khoiriyah (Payaman), Dwi Budi Utami dan Shofihah (PCA Lamongan), Evilia (PCA Bluluk), Resti Rini (PCA Babat), Nur Hidayati (PCA Laren), serta Siti Mukholifah dan Siti Nur Zulaikhoh (PCA Solokuro).
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa kader-kader ‘Aisyiyah Lamongan tidak hanya memiliki komitmen dalam memperkuat ideologi dan kepemimpinan, tetapi juga mampu menghadirkan dakwah yang menggembirakan melalui seni dan budaya. Pengangkatan potensi lokal dalam setiap penampilan menjadi wujud kecintaan terhadap daerah sekaligus media efektif untuk memperkenalkan kekayaan budaya Lamongan kepada kader ‘Aisyiyah dari seluruh Jawa Timur.
Prestasi ini diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh kader ‘Aisyiyah Lamongan untuk terus berinovasi, memperkuat kolaborasi, serta mengharumkan nama organisasi dan daerah dalam berbagai forum, baik di tingkat regional maupun nasional. (*)
Penulis : Novita Dwi Nur Hidayah | Editor : Fathan Faris Saputro