Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Dinkes Jatim Lakukan Audit Klinis TB RO di RSML Upayakan Pasien Lebih Cepat Sembuh

MuhammadiyahLamongan.com  — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur mengadakan evaluasi khusus terhadap layanan pasien Tuberkulosis yang kebal obat (biasa disebut TBC RO) di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML), Kamis, (13/8/ 2026)

Kegiatan ini bertujuan agar pelayanan rumah sakit semakin baik dan angka kesembuhan pasien terus meningkat.
RS Muhammadiyah Lamongan yang menjadi tempat rujukan pengobatan TBC RO di Lamongan, dievaluasi langsung oleh tim ahli.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari Dinkes Jatim, Dinkes Kabupaten Lamongan, lembaga Stop TB Partnership Indonesia (STPI), hingga perwakilan puskesmas se-Kabupaten Lamongan. Sebagian peserta hadir langsung di aula rumah sakit, sementara yang lain bergabung lewat aplikasi Zoom.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program penanggulangan TBC ini bertujuan untuk mencari tahu kendala di lapangan dan memberikan solusi agar perawatan pasien menjadi lebih tepat sasaran.

Berdasarkan hasil pemeriksaan riwayat perawatan pasien, tim dokter ahli memberikan beberapa saran penting agar pengobatan ke depannya lebih maksimal:

  1. Pemantauan Minum Obat yang Lebih Ketat : Petugas kesehatan diminta lebih sering mengecek kondisi pasien dan memastikan obat benar-benar diminum. Jika pasien kesulitan datang ke rumah sakit, pemantauan bisa dilakukan lewat panggilan video (video call). Selain itu, tim medis diminta rutin berkumpul sebulan sekali khusus membahas kondisi setiap pasien.
  2. Pemeriksaan Kesehatan Mata dan Mental: Pengobatan TBC yang panjang bisa berdampak pada kondisi tubuh lain. Oleh karena itu, pasien wajib dicek kondisi psikologis (kejiwaan) dan kesehatan matanya setiap bulan untuk memastikan mereka tetap tertangani dengan baik secara keseluruhan.
  3. Penanganan Cepat untuk Efek Samping Obat: Jika ada pasien yang mengalami keluhan akibat obat, seperti masalah detak jantung, atau memiliki riwayat penyakit gula darah, tim medis harus menghentikan sementara obat tersebut dan segera merujuk pasien ke dokter spesialis yang tepat (seperti dokter jantung atau penyakit dalam).
  4. Perlindungan untuk Keluarga Pasien: Orang-orang yang tinggal serumah atau sering kontak dekat dengan pasien TBC wajib diberikan obat pencegahan agar mereka terhindar dari penularan penyakit ini.

dr. Ariani Permata Sari, Sp.P (K), selaku Technical Working Group dalam Audit Klinis Layanan TB RO di RSML menyampaikan layanan TB RO di RSM Lamongan ini sudah cukup baik,

“walaupun masih perlu ada peningkatan di beberapa sisi, namun kasus kasus yang ditangani oleh team TB RO di RSM Lamongan ini termasuk kasus sulit,” ujarnya.

Sebagai rumah sakit rujukan yang ditunjuk pemerintah, RS Muhammadiyah Lamongan (RSML) siap melaksanakan semua rekomendasi tersebut. Harapannya, angka keberhasilan dalam pengobatan TB RO semakin meningkat.

Penulis Bagus Pribadi Editor Lim

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

In This Economy Era, GETAPAK PRA Kranji Semakin Beri Manfaat

Next Post

PAUD ‘Aisyiyah Turi Bangun Kebersamaan Lewat Perayaan Kemerdekaan

Read next
0
Share