MuhammadiyahLamongan.com – Keluarga bukan sekadar tempat anak tumbuh. Di dalamnya, nilai keislaman, akhlak, adab, dan karakter mula-mula ditanamkan. Karena itu, orang tua memegang peran penting dalam membentuk pribadi anak sejak usia dini. Pesan tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sugio, Drs. H. Kasrip B., M.M., saat membuka Seminar Parenting bertema ”Menjadi Orang Tua yang Bisa Didengar dan Mau Mendengarkan Anak”, Ahad (12/7/2026).
Dalam sambutannya, Kasrip menegaskan, keluarga merupakan madrasah pertama bagi setiap anak. Dari ruang keluarga pula proses pendidikan untuk melahirkan generasi saleh dan berbakti bermula.
Kasrip kemudian mengangkat kisah Luqman Al-Hakim dan putranya sebagaimana diabadikan dalam Al-Qur’an Surah Luqman ayat 13. Menurut dia, kisah tersebut memberikan teladan tentang cara orang tua mendidik anak dengan kelembutan, kasih sayang, dan hikmah.
”Nasihat Luqman kepada putranya menunjukkan bahwa pendidikan anak harus dimulai dengan kelembutan, bukan kemarahan. Anak akan lebih mudah menerima pesan ketika orang tua mampu menyampaikannya dengan penuh kasih sayang,” tuturnya.
Menurut Kasrip, anak yang tumbuh menjadi pribadi berbakti kepada orang tua bukanlah sebuah kebetulan. Karakter tersebut lahir melalui proses panjang berupa pengasuhan, keteladanan, dan pendidikan yang dilakukan secara konsisten di dalam keluarga.
Belajar Mendengarkan Anak
Di tengah perubahan zaman, tantangan orang tua dinilai semakin kompleks. Tugas orang tua bukan hanya mengajarkan anak agar mau mendengarkan, melainkan juga belajar menjadi pendengar yang baik bagi mereka.
Ketika komunikasi dibangun secara dua arah, kata Kasrip, anak akan merasa dihargai dan dipercaya. Dari sanalah keterbukaan antara anak dan orang tua dapat tumbuh.
Ia menjelaskan, seminar parenting tersebut menjadi salah satu ikhtiar Muhammadiyah dalam memperkuat ketahanan keluarga. Dakwah Muhammadiyah tidak hanya diwujudkan melalui bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial, tetapi juga menyentuh pembinaan keluarga sebagai fondasi lahirnya masyarakat berkualitas.
”Seminar ini menjadi wujud nyata perhatian Muhammadiyah terhadap ranah domestik dan keluarga. Keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang kuat pula,” ujarnya.
Kasrip berharap para peserta tidak berhenti pada pengetahuan yang diperoleh selama seminar. Nilai dan wawasan pengasuhan yang didapat diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Orang tua, lanjut dia, perlu membangun komunikasi yang hangat dan saling menghargai. Rumah juga semestinya dihadirkan sebagai ruang yang nyaman bagi anak untuk tumbuh, berkembang, dan menyampaikan isi pikirannya.
”Semoga melalui seminar parenting ini lahir keluarga-keluarga yang semakin harmonis, orang tua yang mampu menjadi teladan, dapat didengar oleh anak-anaknya, sekaligus memiliki kelapangan hati untuk mendengarkan mereka,” katanya.
”Dari keluarga yang baik, insyaallah akan lahir generasi yang beriman, berakhlak mulia, serta menjadi penerus dakwah Muhammadiyah dan bangsa Indonesia,” lanjutnya.
Kasrip kemudian secara resmi membuka Seminar Parenting dengan mengucapkan basmalah. (*)
Penulis : Novita Dwi Nur Hidayah | Editor : Fathan Faris Saputro