MuhammadiyahLamongan.com – Semarak Tabligh Akbar Milad ke-109 ‘Aisyiyah bertema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian” tidak hanya tampak dari antusiasme ribuan peserta yang memadati Dome Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), Ahad (26/7/2026). Di sisi lain arena kegiatan, sebanyak 20 stan bazar menjadi magnet yang menyedot perhatian pengunjung.
Kehadiran bazar bukan sekadar pelengkap rangkaian acara. Lebih dari itu, bazar menjadi wujud nyata komitmen Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Lamongan dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat semangat kemandirian usaha di kalangan warga ‘Aisyiyah.
Sebanyak 20 stan berjajar rapi menawarkan beragam produk, mulai dari makanan, minuman, camilan, busana muslim, kain batik, hingga berbagai produk usaha mikro. Stan-stan tersebut diisi oleh anggota Ikatan Saudagar dan Wirausaha ‘Aisyiyah (ISWARA) PDA Lamongan, sejumlah Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA), yakni PCA Turi, PCA Deket Wetan, PCA Kedungpring, PCA Laren, dan PCA Tikung, serta pelaku usaha dari luar yang turut memanfaatkan momentum kegiatan untuk memasarkan produknya.
Di sela mengikuti Tabligh Akbar, para peserta tampak antusias mengunjungi setiap stan. Suasana transaksi berlangsung hangat, disertai interaksi akrab antara penjual dan pembeli yang turut mempererat silaturahmi di antara warga Muhammadiyah dan masyarakat umum.
Koordinator Bazar ISWARA PDA Lamongan, Nurul, mengatakan persiapan bazar telah dilakukan sejak tiga hari sebelum pelaksanaan acara. Berbagai kebutuhan teknis dipersiapkan agar seluruh stan dapat beroperasi secara optimal.
“Persiapan bazar kami lakukan sejak H-3 sebelum acara. Setiap peserta dikenakan biaya sewa stan sebesar Rp100.000 yang dibayarkan di awal kepada ISWARA. Setelah itu, seluruh hasil penjualan maupun keuntungan menjadi hak penuh masing-masing pedagang. Kami hanya memfasilitasi tempat agar mereka dapat memanfaatkan momentum Tabligh Akbar ini untuk mempromosikan dan menjual produknya,” ujarnya.
Menurut Nurul, bazar tidak hanya bertujuan memeriahkan acara, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan bagi pelaku usaha kecil agar memiliki kesempatan memperluas jangkauan pasar. Kehadiran ribuan peserta dalam satu lokasi dinilai menjadi media promosi yang efektif bagi para pedagang.
Partisipasi berbagai PCA dan ISWARA menunjukkan bahwa dakwah yang diusung ‘Aisyiyah tidak berhenti pada aktivitas keagamaan semata. Dakwah juga diwujudkan melalui penguatan ekonomi umat dengan membuka ruang tumbuh bagi usaha-usaha masyarakat. Sementara itu, keterlibatan pedagang dari luar mencerminkan semangat kolaborasi dan keterbukaan panitia dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas.
Antusiasme pengunjung yang terus berdatangan sejak pagi hingga kegiatan usai menjadi bukti bahwa bazar memiliki daya tarik tersendiri. Sejumlah stan tampak dipadati pembeli yang berburu kuliner maupun produk lainnya. Aktivitas tersebut tidak hanya meningkatkan pendapatan para pelaku usaha, tetapi juga menghadirkan perputaran ekonomi yang positif selama pelaksanaan kegiatan. (*)
Penulis : Nova Aquila Salsabila Cahyono | Editor : Fathan Faris Saputro