MuhammadiyahLamongan.com – Kwartir Daerah (Kwarda) Hizbul Wathan (HW) Lamongan bersama Pimpinan Daerah Ikatan Guru ’Aisyiyah Bustanul Athfal (PD IGABA) Lamongan menggelar Ceria Pandu Tunas Athfal di Gedung Olahraga (GOR) Lamongan, Selasa (22/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 3.500 peserta dari berbagai lembaga pendidikan anak usia dini di Lamongan.
Mengusung tema “Polisi Sahabatku, Tunas Athfal Hebat, Ceria, Saleh dan Salehah”, kegiatan berlangsung meriah. Para peserta mengikuti beragam aktivitas kepanduan yang dikemas secara menyenangkan untuk mengenalkan nilai-nilai kedisiplinan, keberanian, kebersamaan, dan kepedulian sejak usia dini.
Ketua Kwartir Pusat (Kwarpus) HW Aman Suyadi mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut dia, Ceria Pandu Tunas Athfal tidak sekadar menjadi ruang bermain dan berkegiatan bersama, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan kader HW yang memiliki karakter positif sejak dini.
“Saya mengapresiasi kegiatan ini karena sangat meriah. Semoga para peserta dapat mewujudkan cita-cita. Inilah kader-kader HW yang perlu kita siapkan untuk mencapai cita-cita tersebut,” ujar Aman.
Ia kemudian mengajak para Tunas Athfal untuk mulai membangun kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Menurut dia, menjadi anak hebat tidak hanya ditunjukkan melalui keberanian, tetapi juga melalui ibadah, kepatuhan kepada orang tua, dan kepedulian terhadap sesama.
“Anak-anakku, bersiaplah menjadi orang hebat dengan rajin beribadah, patuh kepada bunda, saling menolong, dan berani,” katanya.
Aman juga mengajak para peserta membangun keberanian dan semangat berbuat baik melalui yel-yel yang menjadi bagian dari kegiatan. Ia meminta Tunas Athfal merespons setiap seruan “Pandu Tunas Athfal” dengan empat jawaban: ceria, berani, hebat, dan berbuat baik.
“Kalau saya mengatakan ‘Pandu Tunas Athfal’, ananda semua menjawab: pertama, ceria; kedua, berani; ketiga, hebat; dan keempat, berbuat baik,” ujar Aman yang kemudian disambut seruan para peserta.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi ribuan anak untuk belajar nilai-nilai kepanduan melalui aktivitas yang sesuai dengan usia mereka. Keceriaan yang dibangun dalam kegiatan diharapkan berjalan beriringan dengan pembentukan karakter, sehingga anak-anak tidak hanya tumbuh aktif dan percaya diri, tetapi juga terbiasa beribadah, menghormati orang tua, menolong sesama, serta berani melakukan kebaikan. (*)
Penulis : Fathan Faris Saputro