Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Jatam Pucuk Kembangkan Kebun Alpukat, Ikhtiar Memperkuat Pilar Ekonomi Muhammadiyah

MuhammadiyahLamongan.com – Aktivis pemberdayaan masyarakat Said Tuhuleley pernah berkata, “Selama rakyat masih menderita, tidak ada kata istirahat.” Semangat tersebut menjadi salah satu pemantik gerakan Muhammadiyah untuk terus bergerak dan menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat.

Setelah mengembangkan pilar pendidikan melalui berbagai lembaga pendidikan dan memperkuat pilar kesehatan dengan sejumlah rumah sakit, Muhammadiyah terus mendorong penguatan pilar ekonomi. Ikhtiar tersebut salah satunya dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian.

Hal itu diwujudkan sejumlah anggota Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) Pucuk, Lamongan, dengan menginisiasi kebun alpukat di Desa Tulung, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan. Kebun seluas 3,5 hektar tersebut diberi nama Kebun Babrik Raya Wisata Petik Buah.

Di sela rapat koordinasi Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan bersama Jatam Daerah Lamongan di Kebun Babrik Raya, Ahad (20/9/2026), salah satu inisiator kebun, Drs. H. Ghufron, mengatakan kebun tersebut dirintis oleh empat orang, yakni Abu Bakar, Syafiudin, S.Pd., H. Dahlan, dan dirinya.

Menurut Ghufron, kebun tersebut diharapkan dapat menjadi ruang belajar sekaligus memotivasi petani lain untuk mengembangkan kreativitas di bidang hortikultura. Pengembangan tanaman buah juga diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Harapannya, kebun ini bisa menjadi motivasi bagi petani lain agar terus berkreasi dan mengembangkan tanaman hortikultura untuk memperbaiki ekonomi warga,” kata Ghufron.

Saat ini, Kebun Babrik Raya memiliki sejumlah tanaman hortikultura. Di antaranya 890 pohon alpukat, 270 pohon mangga, 90 pohon jambu kristal, 60 pohon nangka, serta beberapa pohon kelapa.

Kebun tersebut akan memasuki usia tiga tahun pada Desember 2026. Sekitar 85 persen tanaman alpukat mulai menunjukkan bunga dan belajar berbuah. Sementara itu, tanaman mangga dan nangka telah berbuah dan dapat dinikmati.

“Muhammadiyah dalam pergerakannya tidak pernah berhenti. Setelah pilar pendidikan dan kesehatan, sekarang sedang dikuatkan pilar ekonomi, di antaranya melalui MPM bersama Jatam ini,” ujar Ghufron yang juga Wakil Ketua PDM Lamongan yang membidangi MPM.

Ia menambahkan, Kebun Babrik Raya terbuka untuk digunakan sebagai tempat kegiatan MPM maupun Jatam. Menurut dia, keberadaan kebun tersebut tidak hanya diarahkan sebagai lahan produksi, tetapi juga sebagai ruang belajar dan bertukar pengetahuan bagi para petani.

Belajar Merawat Tanaman

Pertemuan para pelaku pertanian di Kebun Babrik Raya juga dimanfaatkan sebagai ruang belajar mengenai tanaman buah dan hortikultura. Ketua Jatam Kabupaten Lamongan, Edi Suyitno, yang juga merupakan pelaku usaha tanaman hortikultura, mengajak peserta rapat melakukan studi lapangan.

Peserta mengamati sejumlah tanaman di kebun, kemudian berdiskusi mengenai kondisi dan perawatannya. Dari pengamatan tersebut, secara umum kondisi tanaman dinilai cukup baik, meski masih diperlukan penguatan dalam pemupukan dan pencegahan serangan jamur.

“Secara umum tanaman sudah bagus. Hanya perlu diperkuat pemupukan, terutama menggunakan bahan organik, serta pencegahan terhadap jamur karena beberapa tanaman terindikasi terserang jamur yang ditandai daun berwarna kecokelatan,” kata Edi.

Selain perawatan tanaman, Edi menyatakan siap membantu pemasaran hasil produksi Kebun Babrik Raya. Menurut dia, penguatan dari sisi produksi perlu berjalan beriringan dengan upaya membuka akses pasar agar pengembangan kebun dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. (*)

Penulis : Eko Hijrahyanto Erkasi | Editor : Fathan Faris Saputro

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

PCNA Glagah Raih Juara 2 Lomba Baca Al-Qur’an pada Pra Musyda XII PDNA Lamongan

Read next
0
Share