MuhammadiyahLamongan.com – Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) MTs Muhammadiyah 3 Sedayulawas (MATSAGA) menggelar Masa Bimbingan Calon Anggota (MABICA) dan Job Training Administrasi (JTA) pada 8–9 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula MATSAGA lantai 2 ini menjadi upaya menyiapkan kader pelajar Muhammadiyah yang berintegritas, memiliki wawasan keislaman, serta terampil dalam mengelola organisasi.
Pemateri Ke-IPM-an, Irsyadur Romadhani, yang merupakan Bidang Perkaderan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IPM) Kecamatan Brondong, menegaskan pentingnya memahami jati diri kader sejak awal berorganisasi.
“IPM itu bukan sekadar ekstrakurikuler. IPM adalah organisasi otonom Muhammadiyah yang bergerak untuk dakwah amar makruf nahi mungkar di kalangan pelajar, berasaskan Islam dan bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunnah,” ujarnya di hadapan peserta.
Dalam materinya, Irsyadur mengajak peserta tidak hanya mengenal struktur organisasi IPM, tetapi juga memahami nilai-nilai perjuangan yang menjadi landasannya.
“Seorang kader IPM harus paham sejarahnya, tujuannya, dan filosofi lambangnya. Jangan sampai kita ber-IPM, tetapi tidak tahu untuk apa kita ber-IPM,” tegas pria yang akrab disapa Irdan tersebut.
Ia juga menjelaskan paradigma IPM yang dikenal dengan prinsip 3T, yakni Tertib Beribadah, Tertib Belajar, dan Tertib Berorganisasi. Ketiganya menjadi pedoman bagi pelajar untuk menyeimbangkan kehidupan spiritual, akademik, dan aktivitas organisasi.
“Ini kunci keseimbangan seorang pelajar. Pintar organisasi, tetapi lupa ibadah dan belajar, itu bukan kader IPM. Tiga T ini harus berjalan bersama,” tambahnya.
Selain mendapatkan materi ke-IPM-an, peserta dibekali keterampilan praktis melalui Job Training Administrasi. Ketua PR IPM MATSAGA, Reyyan Syahmil El Rahman, mengatakan bahwa kemampuan administrasi merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga ketertiban dan keberlangsungan organisasi.
“Selama ini banyak organisasi lemah karena administrasinya berantakan. Lewat JTA ini, kami ingin kader MATSAGA tertib dalam surat-menyurat, penyusunan program kerja, dan dokumentasi kegiatan. Organisasi yang maju itu organisasi yang tertib administrasinya,” ujar Reyyan yang akrab disapa Arey.
Menurut dia, MABICA dan JTA tidak hanya menjadi sarana untuk menambah pengetahuan, tetapi juga ruang pembelajaran bagi pelajar untuk mengembangkan karakter, kepemimpinan, dan tanggung jawab.
“IPM bukan hanya tempat berkumpul, tetapi ruang untuk bertumbuh. Di sini kita belajar memimpin dan dipimpin, belajar bertanggung jawab, dan belajar memberi manfaat,” pungkasnya.
Melalui kegiatan MABICA dan JTA, PR IPM MTs Muhammadiyah 3 Sedayulawas berkomitmen memperkuat proses kaderisasi. Upaya ini diharapkan melahirkan pelajar Muslim yang berilmu, berakhlak mulia, terampil, serta siap melanjutkan perjuangan Muhammadiyah. (*)
Penulis : Kholis | Editor : Fathan Faris Saputro