MuhammadiyahLamongan.com — Kabar duka menyelimuti keluarga besar Muhammadiyah dan Korps Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Lamongan. Doni Ali Nugroho, mantan Komandan KOKAM Pemuda Muhammadiyah Lamongan, meninggal dunia pada Kamis (15/10/2026) dalam usia 43 tahun.
Kabar kepergian Doni pertama kali beredar melalui grup WhatsApp Forum Komunikasi Alumni (Fokal) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Lamongan pada Kamis malam pukul 22.55 WIB. Berita tersebut segera mengundang ungkapan belasungkawa dan doa dari rekan-rekan seperjuangannya.
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.
Semasa hidup, Doni dikenal sebagai sosok yang sederhana, dermawan, dan memiliki dedikasi tinggi dalam kegiatan organisasi maupun sosial kemanusiaan. Ia pernah mengemban amanah sebagai Komandan KOKAM Pemuda Muhammadiyah Lamongan pada 2017.
Pengabdiannya tetap berjalan meski ia telah bertahun-tahun berjuang melawan stroke. Selama kurang lebih tujuh tahun menghadapi sakit, Doni masih berusaha hadir dalam berbagai kegiatan persyarikatan dan pengamanan. Ia membagi waktu di antara pekerjaan, keluarga, organisasi, serta kegiatan menimba ilmu di Majelis Langgar Kidul.
Syaifur, yang dikenal sebagai Ndan KOKAM PCPMB, mengenang Doni sebagai senior yang memberikan teladan melalui kehadiran dan dukungannya kepada anggota.
“Ndan Doni adalah seorang teladan di lapangan. Beliau selalu memberikan support, bahkan selalu hadir dalam kegiatan pengamanan walau dalam kondisi sakit. Kami benar-benar merasa kehilangan, dan kami mengerahkan seluruh anggota untuk memberikan penghormatan terakhir,” ujarnya.
Heru Purnama juga mengenang kiprah Doni dalam KOKAM dan Pemuda Muhammadiyah yang mencakup berbagai tingkatan, mulai dari ranting, cabang, hingga daerah di Lamongan. Bagi rekan-rekannya, Doni bukan sekadar anggota organisasi, melainkan sosok yang bersedia hadir ketika masyarakat membutuhkan tenaga dan kepeduliannya.
Membagi Waktu untuk Keluarga dan Organisasi
Doni lahir pada 22 Maret 1983. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di sekolah negeri sebelum melanjutkan pendidikan tinggi di bidang ekonomi di Universitas Ronggolawe Tuban.
Dalam kehidupan sehari-hari, Doni bekerja sebagai wiraswasta di bidang perdagangan ikan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Di tengah kesibukan mencari nafkah, ia tetap meluangkan waktu untuk kegiatan keumatan, organisasi, dan sosial kemasyarakatan.
Pada Kamis dini hari, Doni dilaporkan terjatuh saat hendak menuju kamar mandi. Ia kemudian dibawa untuk mendapatkan perawatan medis di RSU Suyudi Paciran. Namun, nyawanya tidak tertolong.
Kepergiannya meninggalkan seorang istri dan dua putri yang masih kecil. Putri pertamanya berusia sekitar empat tahun, sedangkan putri keduanya baru berusia enam bulan.
Ratusan Pelayat Mengantar ke Pemakaman
Rumah duka dipenuhi pelayat sejak pagi. Mereka berasal dari berbagai unsur Pemuda Muhammadiyah, mulai dari pimpinan ranting hingga pimpinan wilayah, serta tokoh masyarakat dan jamaah Majelis Langgar Kidul.
Sejumlah tokoh masyarakat setempat, termasuk Lurah Riyadhol, S.E., turut hadir untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Jenazah Doni kemudian dimakamkan di pemakaman Islam Kelurahan Brondong, Kabupaten Lamongan. Keluarga, sahabat, dan rekan seperjuangan mengantarkan kepergiannya dengan doa serta suasana haru.
Bagi keluarga besar Muhammadiyah dan KOKAM Lamongan, Doni meninggalkan kenangan tentang pengabdian yang dijalani dengan kesederhanaan dan keteguhan. Kehadirannya dalam berbagai kegiatan, bahkan ketika kondisi kesehatan tidak lagi prima, menjadi bagian dari perjalanan perjuangannya di organisasi.
Kepergian Doni bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan-rekan yang selama ini mengenalnya sebagai sosok yang bersedia meluangkan tenaga dan waktu untuk kepentingan bersama.
Semoga Allah SWT mengampuni segala kekhilafan almarhum, menerima amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta memberikan kekuatan dan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan. (*)
Penulis Afif Wahyudi Editor Fathan Faris Saputro