MuhammadiyahLamongan.com – Dengan penuh semangat, Hj. Diyana Mufidati, S.Ag., S.Pd., selaku Ketua PDA Lamongan memberikan sambutan pada acara pembukaan Musyawarah Cabang (Musycab) Ke-9 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Sugio yang diselenggarakan di SMA Muhammadiyah 10 Sugio, Ahad (4/6/2023). Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh seluruh peserta musyawarah.
Spirit Musycab adalah laporan pertanggungjawaban, membahas program 5 tahun kedepan dan memilih pimpinan selanjutnya. Point satu dan dua harus tetap dipegang teguh sebagai spirit Musyawarah jangan sampai bergeser yang disoroti hanya mengenai siapa yang menjadi pengurus selanjutnya.
Hj. Diyana mengingatkan bahwa Sugio memiliki nilai yang lebih karena sejarah prakarsa yang dilakukan oleh Mbah Mulyadi di Sugio, yang berdampak secara signifikan di Muhammadiyah Lamongan. Keberadaan ‘Aisyiyah sebagai gerakan perempuan di Muhammadiyah juga ditekankan sebagai kekuatan yang bergerak dari bawah dan memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan dan keberlanjutan organisasi.
Dalam sambutannya, Ketua PDA Lamongan juga menyoroti pentingnya Ortom Khusus, yang merupakan amal usaha dan dapat setara dengan Muhammadiyah. ‘Aisyiyah di Sugio telah membuktikan hal tersebut dengan menjadi ranting terbesar yang bahkan sampai ke dusun-dusun. Dalam rangka pertumbuhan dan perkembangan yang berkelanjutan, Hj. Diyana menyebutkan bahwa terdapat tiga ranting yang harus terus ditumbuhkan di Sugio dan berharap kalau bisa ada pimpinan ranting setingkat RT.
Menyinggung kategori pimpinan rasul, Hj. Diyana mengungkapkan bahwa ada lima kategori yang harus dijadikan pegangan. Pertama, menjadi saksi kebenaran sebagai orang yang berakidah; kedua, memberikan kabar gembira; ketiga, memberikan peringatan dan kesabaran; keempat, berdakwah sesuai perintah Allah; dan kelima, mencerahkan. Hal-hal ini menjadi landasan bagi para pimpinan di Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah untuk terus berkomitmen dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.
Sebagai penutup sambutannya, Hj. Diyana Mufidati memberikan pantun dengan riang gembira, “Tuku kecap campur kelopo, Saiki Musycab ng Sugio, Iwak sepat dicelpuno dudoh, Mari Musycab ayo Podo makaryo,” pungkasnya.
Reporter : Moch. Muzaki