MuhammadiyahLamongan.com – Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) meresmikan Gedung An Nadhafah. Bangunan ini merupakan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) limbah domestik yang telah menerapkan sistem pemilahan sampah secara terpadu, Jumat (20/06/2025)
Moment ini merupakan memperingati Hari Lingkungan Hidup Indonesia 2025 sekaligus menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Selain itu bangunan ini menjadi bukti nyata komitmen RSML dalam menjaga kelestarian lingkungan serta memperkuat peran fasilitas kesehatan dalam mendukung pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
Gedung An Nadhafah dilengkapi sistem pemilahan sampah menjadi tiga kategori utama: sampah basah, sampah kering, dan sampah botol. Inisiatif ini selaras dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan turut berkontribusi dalam upaya pengurangan emisi gas rumah kaca dari sektor limbah
Kegiatan peresmian turut diisi dengan penanaman pohon secara bersama oleh Direktur RSML, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lamongan, serta Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (MLHPB) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan.
Dalam sambutannya, Direktur RSML, dr Asro Abdih SpU, menyampaikan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya penting untuk lingkungan, tetapi juga memiliki potensi nilai tambah secara ekonomi bagi rumah sakit.
“Kita ingin budaya peduli lingkungan menjadi bagian dari karakter RSML. Dalam 5 hingga 10 tahun ke depan, kami bermimpi RSML bisa menjadi paru-paru Lamongan,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Inganatul Muhimmah ST MT perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan, menyampaikan bahwa pengelolaan sampah melalui pemilahan merupakan bagian dari solusi terhadap isu strategis nasional terkait sampah.
“Sampah saat ini menjadi penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar kedua dari sektor residu. Apa yang dilakukan RSML menunjukkan komitmen nyata dalam pengelolaan lingkungan, terutama di lingkup fasilitas kesehatan,” tegasnya.
Melalui peresmian Gedung TPS An Nadhafah ini, RS Muhammadiyah Lamongan berharap dapat menjadi pelopor sekaligus inspirasi bagi institusi-institusi lainnya.
Baik rumah sakit, sekolah, maupun lembaga publik dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah dan lingkungan yang lebih terstruktur, terintegrasi, dan berdampak luas bagi masyarakat. (*)
PPenulis Bagus Pribadi Editor Lim
