MuhammadiyahLamongan.com – Kwartir Cabang Hizbul Wathan (HW) Kecamatan Mantup menggelar Prosesi Api Unggun menjadi salah satu momen paling berkesan pada rangkaian Kemah Akbar. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman SMK Muhammadiyah 10 Mantup. Jumat- Sabtu (9–10/1/2026).
Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai jenjang pendidikan Muhammadiyah di Cabang Mantup. Meski sempat diguyur hujan, prosesi api unggun tetap berlangsung khidmat dan menghadirkan suasana penuh semangat, mencerminkan ketangguhan dan kebersamaan kader Hizbul Wathan.
Bertindak sebagai Pembina Apel Api Unggun adalah Amalia Kusuma Citra atau Ayunda Citra, Anggota Bidang Pendidikan dan Latihan Kwartir Daerah Hizbul Wathan Lamongan. Pada kemah akbar kali ini, Citra juga dipercaya sebagai seksi acara sehingga turut memegang peran penting dalam menyukseskan jalannya kegiatan.
Dalam kesempatan tersebut, Citra juga menjelaskan bahwa apel dan prosesi api unggun dalam Hizbul Wathan memiliki makna pendidikan yang mendalam. Api unggun tidak sekadar pembakaran kayu, tetapi merupakan simbol kebersamaan, persaudaraan, dan semangat yang terus menyala dalam diri setiap pandu.
“Api unggun ini menjadi simbol semangat. Semangat pandu Hizbul Wathan tidak boleh pudar, tetapi harus terus menyala dan membara,” tegasnya.
Sebagai Pembina Hizbul Wathan SMP Muhammadiyah 22 Mantup, Citra turut memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar tidak mudah menyerah dalam belajar maupun berproses.
“Sebagai pandu Hizbul Wathan, jangan mudah menyerah. Jika kita menyerah sebelum mencoba, maka kitalah yang rugi. Cobalah dulu, karena kita tidak tahu hal luar biasa apa yang akan kita dapatkan di depan,” pesannya.
Melalui prosesi api unggun dalam Kemah Akbar Kwartir Cabang Hizbul Wathan Kecamatan Mantup ini, diharapkan nilai persaudaraan, ketangguhan, dan jiwa kepanduan semakin tumbuh kuat. Kegiatan ini menjadi simbol kebangkitan HW di Mantup agar terus jaya, solid, dan berkembang dalam membina generasi muda Muhammadiyah. (*)
Penulis M. Arief Andriansyah Editor Lim