MuhammadiyahLamongan.com – Mengawali Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Sukoanyar menggelar kegiatan Silaturrahim Raisyah (Mitra ‘Aisyiyah) Lansia sebagai upaya memperkuat kepedulian sosial dan semangat ta’awun (tolong-menolong) di tengah masyarakat. Kegiatan yang berlangsung pada Ahad (16/6/2026) itu diikuti 25 lansia dhuafa dan janda dari Desa Sukoanyar.
Acara diselenggarakan di kediaman Hj. Luluk Azulfah Syamsi, salah seorang tokoh perintis ‘Aisyiyah Cabang Turi. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahim sekaligus memberikan pendampingan spiritual dan layanan kesehatan bagi para lansia.
Program ini mengusung nama Raisyah, yang dimaknai sebagai sosok pemimpin perempuan yang setia, penuh kasih sayang, dan welas asih. Nama tersebut dipilih untuk merepresentasikan tujuan serta harapan PRA Sukoanyar dalam membangun gerakan pemberdayaan dan pendampingan bagi para lansia di lingkungan sekitar.
Rangkaian kegiatan diawali dengan tadarus bersama Surah Al-Ahqaf ayat 15–35 yang mengandung pesan tentang penghormatan kepada orang tua dan fase usia lanjut. Tadarus dipandu oleh Ustazah Dina Duwi Indah Sari dari Pondok Pesantren Al Mizan.
Dalam tausiyahnya, Dina menjelaskan pentingnya akhlak anak terhadap orang tua, hak-hak orang tua yang harus dipenuhi anak, makna doa yang dipanjatkan ketika seseorang mencapai usia 40 tahun, serta berbagai amalan saleh yang dapat menjadi bekal di masa tua.
Ketua PRA Sukoanyar, Dra. Sri Mulyati, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata ‘Aisyiyah dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat, khususnya kelompok lansia yang membutuhkan perhatian dan pendampingan.
“Melalui wadah Raisyah, kami ingin merangkul para lansia dalam ikatan silaturahim yang erat. Semoga silaturahim ini menjadi jalan untuk memperpanjang usia dalam kebaikan, melapangkan rezeki, serta menghadirkan keberkahan hidup di masa lanjut usia,” ujarnya.
Selain penguatan spiritual, kegiatan juga diisi dengan bakti sosial dan pemeriksaan kesehatan gratis yang dipandu oleh dr. Indah Rahmawati. Layanan tersebut mendapat sambutan hangat dari para peserta karena memberikan kesempatan untuk memantau kondisi kesehatan secara langsung.
Bagi PRA Sukoanyar, gerakan sederhana yang dibalut semangat ta’awun ini akan terus menjadi fokus program ke depan. Langkah tersebut merupakan implementasi nilai-nilai Surah Al-Ma’un yang selama ini menjadi ruh gerakan dakwah dan pelayanan sosial Muhammadiyah serta ‘Aisyiyah. (*)
Penulis : Isro’im Maghfiroh | Editor : Fathan Faris Saputro