MuhammadiyahLamongan.com – Pembelajaran IPAS kelas 5 SD tidak harus selalu berlangsung melalui buku dan penjelasan di dalam kelas. Selasa (11/8/2026)
Konsep yang terkadang terasa abstrak, seperti ekosistem, komponen biotik dan abiotik, serta hubungan antarmakhluk hidup, dapat dipahami dengan lebih mudah ketika siswa melihat dan menciptakannya secara langsung.
Salah satu kegiatan yang menarik adalah praktik membuat ekosistem buatan berupa aquarium sederhana.
Dalam materi ekosistem buatan, siswa belajar bahwa ekosistem tidak selalu terbentuk secara alami. Manusia dapat menciptakan dan mengatur suatu lingkungan yang di dalamnya terdapat komponen biotik dan abiotik yang saling berinteraksi.
Aquarium merupakan salah satu contoh sederhana ekosistem buatan karena manusia menentukan wadah, air, tanaman air, ikan, batu, pasir, serta berbagai komponen lainnya.
Sebelum membuatnya, siswa diajak mengidentifikasi komponen yang akan digunakan.
- Komponen biotik, misalnya: ikan, tanaman air, mikroorganisme yang terdapat di dalam air.
- Sedangkan komponen abiotik, seperti: air, batu dan kerikil, cahaya, suhu, udara/oksigen.
Setelah aquarium selesai dibuat, siswa tidak berhenti pada tahap “membuat”. Mereka juga diajak mengamati, bertanya, memprediksi, dan merefleksikan apa yang terjadi di dalam ekosistem tersebut.
Misalnya, Apa yang terjadi jika tanaman air tidak mendapatkan cahaya? Mengapa ikan membutuhkan oksigen? Apa yang terjadi jika air terlalu kotor? Mengapa jumlah ikan harus disesuaikan dengan ukuran aquarium?
Dari pertanyaan-pertanyaan sederhana tersebut, siswa mulai memahami bahwa setiap komponen dalam ekosistem memiliki peran dan saling berkaitan.
Pembelajaran yang bisa diambil dari praktik aquarium sederhana ialah memberikan pembelajaran yang jauh lebih luas daripada sekadar memahami definisi ekosistem.
- Pertama, siswa belajar memahami keterkaitan.
Mereka melihat bahwa ikan, tanaman, air, cahaya, oksigen, dan komponen lainnya tidak berdiri sendiri. Perubahan pada satu komponen dapat memengaruhi komponen yang lain. - Kedua, siswa belajar bertanggung jawab terhadap makhluk hidup. Ketika memiliki ikan sebagai bagian dari aquarium, siswa belajar bahwa makhluk hidup membutuhkan perawatan
- Ketiga, siswa belajar memecahkan masalah. Jika air menjadi keruh, tanaman layu, atau ikan terlihat tidak aktif, siswa dapat mencari penyebab dan menentukan solusi. Di sinilah pembelajaran menjadi lebih bermakna karena siswa tidak hanya menerima jawaban, tetapi mengalami proses menemukan jawaban.
- Keempat, siswa belajar bahwa lingkungan harus dijaga keseimbangannya. Aquarium sederhana menjadi gambaran kecil tentang kehidupan di alam. Ketika salah satu komponen terganggu, keseimbangan ekosistem juga dapat terganggu.
Wali kelas kelas 5, Muzaki menyampaikan tujuan pembelajaran ini,
”Dari sebuah wadah sederhana, mereka belajar tentang kehidupan yang jauh lebih besar: kolam, sungai, sawah, hutan, hingga lingkungan tempat manusia tinggal,”ungkapnya.
Inilah nilai penting dari pembelajaran berbasis praktik. Siswa tidak hanya belajar tentang alam, tetapi belajar bersama alam. Mereka memahami konsep melalui pengalaman, mengaplikasikannya melalui tindakan, kemudian merefleksikan apa yang telah dilakukan.
Dari sebuah aquarium sederhana, anak-anak belajar bahwa setiap kehidupan saling terhubung. Dan dari pembelajaran kecil di kelas, tumbuh kesadaran besar untuk menjaga lingkungan.
Penulis Muzaki Editor Lim