Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

DAD XII IMM STIT Muhammadiyah Paciran, Menyiapkan Kader Progresif yang Kritis dan Berintegritas

MuhammadiyahLamongan.com – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Paciran resmi membuka Darul Arqam Dasar (DAD) XII pada Senin (22/6/2026). Kegiatan pengkaderan tersebut mengusung tema “Revitalisasi Kader yang Progresif, Menuju Komisariat yang Solid, Aktif, dan Inspiratif” sebagai upaya memperkuat kualitas kader serta budaya organisasi di lingkungan kampus.

Tema tersebut dirancang untuk memperkuat solidaritas kader, meningkatkan partisipasi dalam organisasi, sekaligus membentuk kader IMM STIT Muhammadiyah Paciran yang mampu menjadi teladan dan sumber inspirasi bagi masyarakat maupun civitas akademika.

Darul Arqam Dasar merupakan jenjang pengkaderan formal pertama di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang wajib diikuti oleh calon kader. Melalui kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada nilai-nilai dasar gerakan IMM sekaligus dipersiapkan menjadi kader yang memiliki kapasitas intelektual, spiritual, dan sosial.

Ketua Umum PK IMM STIT Muhammadiyah Paciran, Immawan Farhat Romadhon, menegaskan bahwa DAD harus menjadi ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan kader.

“Pada kesempatan DAD XII ini, hendaknya DAD dijadikan sebagai ruang pembentukan kader yang cerdas, berintegritas, dan berjiwa sosial,” ujarnya.

Menurut Farhat, kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan kader yang berpikiran maju, aktif berkontribusi, serta mampu memperkuat kebersamaan di lingkungan kampus maupun masyarakat.

“Semoga DAD ini menjadi awal terbentuknya kader yang berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi untuk umat serta persyarikatan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Lamongan, Immawan Alexi Candra Putra K.N., menekankan bahwa Darul Arqam Dasar tidak hanya berfungsi sebagai gerbang masuk organisasi, tetapi juga sebagai pintu masuk kesadaran intelektual dan sosial.

“Darul Arqam Dasar bukan sekadar pintu masuk organisasi, melainkan pintu masuk kesadaran,” ujar Alexi.

Ia menilai mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pencari gelar, melainkan juga harus menjadi pencari kebenaran dan pembawa perubahan di tengah berbagai persoalan bangsa.

“Di tengah kondisi bangsa yang masih diwarnai ketimpangan, krisis moral, dan dominasi kepentingan elite, IMM diharapkan mampu melahirkan kader yang berani berpikir kritis, teguh pada ideologi, serta berpihak kepada rakyat. Ilmu tanpa keberanian hanya akan melahirkan penonton sejarah, sedangkan kader IMM seharusnya menjadi pelaku sejarah,” tegasnya.

Alexi menambahkan, DAD merupakan ruang untuk menempa diri, memperkuat spiritualitas, mempertajam intelektualitas, serta meneguhkan komitmen kemanusiaan. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, sejalan dengan pesan Al-Qur’an dalam Surah An-Nisa ayat 135 tentang pentingnya menegakkan keadilan, sekalipun harus berhadapan dengan kepentingan pribadi maupun kelompok.

Melalui penyelenggaraan DAD XII ini, IMM STIT Muhammadiyah Paciran berharap lahir kader-kader progresif yang tidak hanya kuat secara moral dan intelektual, tetapi juga solid dalam kebersamaan, aktif dalam pergerakan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kampus, masyarakat, dan persyarikatan. Kader IMM juga diharapkan semakin peka terhadap dinamika sosial serta mampu menjawab tantangan zaman dengan sikap yang bijaksana dan bertanggung jawab. (*)

Penulis : Norma Nanda Yunita | Editor : Fathan Faris Saputro

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

120 Calon Murid Ikuti Tes Akademik SMP Muhammadiyah 15 Brondong, Langkah Awal Menuju Sekolah Impian

Read next
0
Share