MuhammadiyahLamongan.com – Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) 2026 yang diselenggarakan Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) MTs Muhammadiyah 05 Brondong (MTs Mutif) resmi berakhir pada Kamis (16/7/2026). Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan pengenalan lingkungan madrasah itu dikemas sebagai ruang edukasi, ekspresi, dan rekreasi yang menghadirkan pengalaman belajar menyenangkan bagi peserta didik baru.
Mengusung tema “Bahagia Berkarya”, FORTASI tahun ini tidak hanya mengenalkan lingkungan madrasah, tetapi juga menanamkan nilai karakter, kepemimpinan, kreativitas, dan kebersamaan melalui berbagai aktivitas interaktif.
Pada hari pertama, seluruh peserta tampil mengenakan pakaian adat Nusantara sesuai tema Bhinneka Tunggal Ika. Tema tersebut dipilih sebagai upaya mengenalkan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap keberagaman budaya Indonesia. Melalui kegiatan itu, peserta diajak memahami pentingnya toleransi, persatuan, dan hidup berdampingan dalam suasana yang harmonis.
Suasana berbeda hadir pada hari kedua. Para murid baru mengenakan kostum yang menggambarkan cita-cita dan profesi impian mereka. Ada yang tampil sebagai guru, pemain sepak bola, mekanik, ustaz, pengacara, atlet, hingga pemancing lengkap dengan perlengkapan memancingnya. Kreativitas para peserta mewarnai seluruh rangkaian kegiatan dan menghadirkan suasana yang meriah.
Ketua PR IPM MTs Mutif, Zada Ramadhani Ilman, menjelaskan bahwa tema kostum pada hari kedua dipilih untuk menanamkan keyakinan bahwa setiap anak berhak memiliki cita-cita serta setiap profesi memiliki nilai kemuliaan.
“Apa pun profesi kita nanti, yang terpenting adalah mampu memberi manfaat bagi orang lain,” ujar siswa kelas IX B tersebut.
Memasuki hari terakhir, kegiatan lebih banyak dilakukan di luar ruang. Setelah melaksanakan pembiasaan pagi berupa salat duha dan tadarus Al-Qur’an, peserta mengikuti Latihan Dasar Kedisiplinan (LDK) yang dipandu anggota Koramil Brondong, Sudirkan.
Selama sekitar satu jam, para peserta berlatih baris-berbaris di bawah terik matahari. Meski cuaca cukup panas, seluruh peserta mengikuti setiap arahan dengan penuh semangat dan disiplin hingga kegiatan selesai.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan di Kolam Renang Penanjan Indah, Paciran, melalui pentas seni dan kegiatan outbound. Acara dibuka dengan penampilan lagu dari Ervina Dwi Nur Azizah, Sekretaris Bidang Kewirausahaan PR IPM MTs Mutif. Selanjutnya, enam kelompok peserta secara bergantian menampilkan yel-yel dan pertunjukan kreatif yang telah mereka persiapkan.
Ketika azan zuhur berkumandang, seluruh peserta menghentikan kegiatan untuk menunaikan salat berjemaah. Setelah itu, tim outbound MTs Mutif yang terdiri atas Slamet Mulyono, Amanda El Rahma Zabrina, dan Farel Mahardika memandu berbagai permainan yang dibagi ke dalam sesi lapangan dan sesi kolam.
Gelak tawa, semangat, dan kerja sama tampak mewarnai setiap permainan. Aktivitas tersebut menjadi penutup yang berkesan sekaligus mempererat hubungan antarpeserta setelah tiga hari mengikuti FORTASI bersama.
Selama tiga hari pelaksanaan, murid baru tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan madrasah, tetapi juga dibimbing mengenal budaya belajar, mengembangkan kreativitas, melatih kepemimpinan, mengeksplorasi potensi diri, hingga membangun karakter melalui aktivitas di alam terbuka.
Harapan madrasah untuk mempersiapkan kesiapan mental peserta didik sebelum memasuki proses pembelajaran di kelas pun mulai terwujud melalui rangkaian kegiatan tersebut. Para murid kini telah mengenal teman-teman barunya, lingkungan belajar yang baru, serta nilai-nilai yang menjadi budaya di MTs Mutif.
FORTASI 2026 akhirnya ditutup dengan banyak senyuman. Lebih dari sekadar masa orientasi, kegiatan ini menjadi langkah awal bagi para murid untuk berani bermimpi, belajar dengan sepenuh hati, serta tumbuh menjadi pribadi yang tangguh bersama MTs Mutif selama tiga tahun ke depan. (*)
Penulis : Firoh Vio | Editor : Fathan Faris Saputro