MuhammadiyahLamongan.com- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si menyampaikan pidato pencerahan kepada warga Persyarikatan Muhammadiyah se-Kabupaten Lamongan pada Milad Akbar ke-113 Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh PDM Lamongan, bertempat di DOME UMLA pada Sabtu (20/12/2025).
Acara yang berlangsung khidmat ini memadati DOME UMLA tiga lantai hingga ada para jamaah yang berada di luar DOME. Antusias warga Persyarikatan Muhammadiyah se-Kabupaten ini mendapatkan apresiasi dari Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. Beliau menyampaikan gempa gembira warga Persyarikatan Muhammadiyah pada acara ini, menjadi bukti bahwa warga Muhammadiyah Lamongan adalah Megilan.
“Warga Muhammadiyah Lamongan dalam menyemarakkan acara Persyarikatan adalah Megilan”, Ujarnya.
Dalam acara pidato pencerahan pada Milad Akbar ke-113 Muhammadiyah yang digelar oleh PDM Lamongan ini, Prof. Dr. H. Haedar Nashir menyampaikan lima pokok dasar yang harus dimiliki warga Persyarikatan guna menjaga dan memajukan Muhammadiyah di masa mendatang.
Pokok dasar yang pertama, Beliau menegaskan bahwa Muhammadiyah adalah gerakan Islam yang berlandaskan dengan Alquran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Maka penting bagi pimpinan dan warga Muhammadiyah untuk terus menggerakkan dan mensyiarkan dakwah amar makruf nahi munkar.
Pokok dasar yang kedua ialah adanya nilai ideologis. Salah satu yang membuat kita bertahan memperjuangkan gerakan Persyarikatan Muhammadiyah ialah adanya kekuatan ideologi Muhammadiyah. Maka ideologi Muhammadiyah ini harus tetap dijaga dan dirawat agar tidak terpengaruh dengan ideologi-ideologi yang lain dalam menggerakkan dakwah syiar agama Islam.
Pokok dasar yang ketiga adalah adanya sistem dalam organisasi Muhammadiyah. Melalui sistem yang ada di Muhammadiyah ini, membuat setiap pimpinan dan warga Muhammadiyah tunduk dan patuh kepada Muhammadiyah, termasuk sistem yang menyatakan bahwa setiap aset Muhammadiyah adalah milik persyarikatan Muhammadiyah bukan perseorangan pimpinan Muhammadiyah mulai dari tingkat ranting hingga Pusat.
Pokok dasar yang keempat adalah adanya kekuatan karakter warga persyarikatan Muhammadiyah, yakni sederhana, tidak ribut urusan cari jabatan di Muhammadiyah, serta terus beramal. Karakter-karakter utama dan mulia ini yang dimiliki oleh Pimpinan dan warga Persyarikatan Muhammadiyah, menjadikan organisasi ini harmoni di setiap pergantian pimpinan.
Pokok dasar yang kelima bahwa Muhammadiyah adalah organisasi Islam yang akan terus memberikan sumbangsih dan kontribusinya terhadap kemajuan dan kesejahteraan Umat Islam dan bangsa. Peran nyata ini dapat dibuktikan dengan Amal Usaha Muhammadiyah yakni di bidang keagamaan, pendidikan, kesehatan, sosial kemasyarakatan, ekonomi.
Semoga dengan lima pokok dasar yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si ini semakin meneguhkan komitmen warga Muhammadiyah se-Kabupaten Lamongan untuk terus memberikan kontribusinya bagi Umat, Bangsa dan Negara.
Penulis: Wasis Budiono, Editor: Ma’in