Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Hari Anak Nasional, Raffa Pimpin Dewan Kerabat Hizbul Wathan MTs Mutif Brondong dengan Semangat Pembaruan

MuhammadiyahLamongan.com – Semangat Hari Anak Nasional 2026 menjadi momentum istimewa bagi Hizbul Wathan (HW) Qobilah MTs Muhammadiyah 25 Brondong (MTs Mutif). Sebanyak 11 anggota Dewan Kerabat Pengenal (DKP) resmi dikukuhkan di Alas Jati Jompong, Kamis (23/7/2026), sebagai generasi penerus kepemimpinan kepanduan di madrasah.

Sejak pukul 09.00 WIB, ratusan pandu HW mengenakan seragam cokelat kaki, celana biru navy, serta kacu hijau bergambar matahari berjalan kaki dari Perguruan Muhammadiyah Brondong menuju Alas Jati Jompong, lahan milik Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jompong. Perjalanan yang ditempuh sekitar satu jam itu menjadi bagian dari pembentukan karakter disiplin dan kebersamaan.

Sesampainya di lokasi, para peserta beristirahat sebelum mengikuti rangkaian kegiatan. Sementara itu, 11 calon anggota DKP menjalani gladi bersih yang dipandu Ramanda Slamet Mulyono, S.Ak., dan Ayunda Amanda Elrahma Zabrina, S.Pd.

Mereka merupakan hasil seleksi yang telah melalui proses pembinaan. Dengan komposisi empat putra dan tujuh putri, para anggota DKP dinilai layak menjadi motor penggerak kegiatan Hizbul Wathan MTs Mutif untuk masa bakti 2026–2027.

Prosesi pengukuhan dikemas dalam bentuk apel yang dipimpin Muhammad Illian Raharja, murid kelas VIII. Rangkaian acara diawali dengan simbol penyucian diri melalui siraman air bunga, dilanjutkan pengambilan janji dan penyematan ban lengan sebagai tanda amanah kepemimpinan.

Pembina HW MTs Mutif, Ayunda Arin, menjelaskan bahwa siraman air bunga memiliki makna filosofis sebagai simbol membersihkan diri dari sifat-sifat buruk sekaligus meneguhkan komitmen menjaga nilai-nilai luhur kepanduan.

“Beragam bunga melambangkan semangat yang berwarna-warni. Semangat itu tidak boleh luntur meskipun nanti banyak tantangan yang harus dihadapi,” ujarnya.

Arin mengungkapkan, konsep kegiatan semula dirancang berbeda. Simbol penyucian diri awalnya akan dilakukan di aliran sungai. Namun, karena kondisi sungai tidak memungkinkan, panitia memutuskan menggunakan prosesi siraman air bunga.

“Awalnya kami merencanakan lokasi berbeda. Simbol pembersihan sebenarnya akan dilakukan dengan berendam di sungai. Namun, karena kondisi sungai tidak memungkinkan, kami memilih alternatif lain,” katanya.

Amanat apel sekaligus pengukuhan disampaikan Ketua Qobilah MTs Mutif, Suaidi, M.Pd. Ia menegaskan bahwa setiap orang pada hakikatnya adalah pemimpin sehingga seluruh murid harus mempersiapkan diri untuk memegang amanah di masa mendatang.

Suaidi juga mengingatkan anggota DKP agar memegang teguh janji yang telah diikrarkan serta menjadi teladan dalam menebarkan nilai-nilai kebaikan, kemajuan, dan kepeloporan di lingkungan madrasah.

Usai pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan pembekalan sesuai jenjang kelas. Murid kelas IX memperoleh materi kepemimpinan sebagai bekal menjadi ketua regu. Murid kelas VIII mengikuti pelatihan sandi kepanduan, sedangkan murid kelas VII dikenalkan pada Kode Kehormatan Hizbul Wathan.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 13.00 WIB saat peserta kembali ke madrasah. Namun, bagi anggota DKP yang baru dikukuhkan, tugas baru justru dimulai. Mereka langsung menggelar rapat perdana untuk menyusun struktur kepengurusan.

Dalam rapat tersebut, Raffael Kinan Putra Ramadhan (kelas IX-A) terpilih sebagai Ketua DKP. Posisi sekretaris diemban Najmi Felicia Tsaqif Kirana Al Sufi (IX-A), sedangkan bendahara dipercayakan kepada Zifara Yolanis Oktavia (IX-B).

Struktur kepengurusan juga dilengkapi dengan pembagian bidang. Bidang Latihan diisi Ervina Dwi Nur A., Yukio Rajendra V., Ahmad Fathoni, dan Silvana Putri. Bidang Pertolongan Pertama Hizbul Wathan (P2HW) dipercayakan kepada Kayanya Tsuraya D. dan Zada Ramadhani I. Adapun Bidang Ibadah diamanahkan kepada Aqilla Widadtunnada R. dan Alifa Syifa.

Sebagai ketua terpilih, Raffa menyampaikan komitmennya untuk membawa DKP lebih aktif mengikuti berbagai kegiatan kepanduan di tingkat yang lebih luas.

“Saya akan mengajak teman-teman untuk lebih aktif berkegiatan di luar madrasah, mengikuti latihan bersama, serta berpartisipasi dalam berbagai perlombaan,” ujar Raffa.

Semangat yang ditunjukkan Raffa pada peringatan Hari Anak Nasional menjadi cerminan optimisme generasi muda dalam membangun potensi diri melalui organisasi kepanduan. Dukungan seluruh warga madrasah diharapkan mampu menjadi ekosistem yang sehat agar proses belajar, bertumbuh, dan berorganisasi berjalan seimbang. Dengan demikian, setiap anak memperoleh ruang untuk berkembang menjadi pribadi yang berkarakter, berdaya saing, dan siap menjadi pemimpin masa depan. (*)

Penulis : Firoh Vio | Editor : Fathan Faris Saputro

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Mahasiswa KKN UMLA Perkuat Fondasi Akademik Siswa MI MULA Lewat Program Calistung

Next Post

Belajar Agribisnis dari Kebun, Murid SMA Muhammadiyah 7 Glagah Petik Melon Sekaligus Asah Jiwa Wirausaha

Read next
0
Share