Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Mastama UMLA 2026 Salurkan 3,1 Ton Beras dan 1.014 Liter Minyak untuk 13 Lembaga Sosial

MuhammadiyahLamongan.com – Rangkaian Masa Ta’aruf Mahasiswa (Mastama) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) 2026 tidak hanya menjadi ajang pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru. Tahun ini, Mastama juga diisi dengan aksi kepedulian sosial melalui bakti sosial dengan menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada sejumlah lembaga sosial dan panti asuhan di Lamongan.

Panitia Mastama UMLA 2026 menyalurkan sebanyak 3.168 kilogram beras dan 1.014 liter minyak. Bantuan tersebut didistribusikan kepada 13 lembaga yang terdiri atas pondok pesantren, panti asuhan, dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di Lamongan dan sekitarnya.

Ke-13 lembaga penerima bantuan tersebut yakni Ponpes Al Mizan Muhammadiyah Lamongan, Panti Asuhan Ar-Rasyid Lamongan, Panti Asuhan YKSUWI Lamongan, Yayasan Sumber Pendidikan Mental Agama Allah, LKSA Muhammadiyah Turi, LKSA Nurul Huda Muhammadiyah Brangsi, LKSA Al-Furqon Laren, Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Babat, Panti Asuhan Putri Aisyiyah Babat, LKSA Sugio Lamongan, LKSA Al Muhajir Kedungpring Lamongan, Pondok Keci Muhammadiyah Kedungpring, dan LKSA Al-Ma’un Lamongan.

Perwakilan panitia Mastama UMLA 2026, Soni Purnomo, mengatakan bakti sosial menjadi bagian penting dalam rangkaian Mastama. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan kehidupan akademik, tetapi juga diajak menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

“Bakti sosial ini menjadi bentuk nyata bahwa Mastama bukan sekadar kegiatan penyambutan mahasiswa baru. Kami ingin sejak awal mahasiswa memahami bahwa menjadi bagian dari UMLA juga berarti belajar berbagi, peduli, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Soni.

Menurut dia, keberhasilan kegiatan tersebut tidak semata-mata diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan. Hal yang lebih penting ialah nilai kepedulian dan semangat gotong royong yang dibangun di antara mahasiswa baru.

“Kami berharap bantuan berupa 3.168 kilogram beras dan 1.014 liter minyak ini dapat memberikan manfaat bagi para penerima. Lebih dari itu, kami ingin menanamkan pesan kepada mahasiswa baru bahwa ilmu dan potensi yang mereka miliki nantinya harus mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat,” katanya.

Kegiatan bakti sosial tersebut sekaligus menjadi bagian dari penerapan tema Mastama UMLA 2026, yakni Connect, Grow, Impact. Melalui tema tersebut, mahasiswa baru diajak membangun koneksi, mengembangkan potensi, dan menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

UMLA berharap semangat kepedulian, solidaritas, dan berbagi dapat tumbuh sejak mahasiswa memulai perjalanan pendidikan di perguruan tinggi. Dengan demikian, Mastama tidak berhenti sebagai masa pengenalan kampus, tetapi juga menjadi ruang awal pembentukan karakter mahasiswa yang peduli terhadap persoalan sosial dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat. (*)

Penulis : Rohmat | Editor : Fathan Faris Saputro

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Mastama UMLA 2026 Berakhir, Mahasiswa Baru Didorong Tumbuh dan Berkarya

Read next
0
Share