Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Tahajud Dini Hari, Cara UMLA Menanamkan Nilai Spiritual kepada Mahasiswa Baru

MuhammadiyahLamongan.com – Masa Ta’aruf Mahasiswa (Mastama) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) 2026 tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus dan kehidupan akademik. Pada dini hari, mereka diajak membangun kedekatan spiritual melalui salat tahajud berjamaah di Masjid Ki Bagus Hadikusumo UMLA, Kamis (3/9/2026) pukul 03.00 WIB.

Meski dilaksanakan saat sebagian besar orang masih terlelap, mahasiswa baru mengikuti rangkaian ibadah tersebut dengan khidmat. Salat tahajud menjadi bagian dari agenda spiritual Mastama yang dirancang untuk menanamkan nilai-nilai keislaman sekaligus membangun kebiasaan positif sejak awal mereka menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.

Salah satu dosen Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) UMLA, Teguh, mengatakan tahajud tidak sekadar menjadi aktivitas ibadah. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. di tengah perjalanan menuntut ilmu.

“Tahajud ini bukan hanya tentang bangun pada pukul tiga pagi, tetapi bagaimana mahasiswa belajar melatih kedisiplinan, keikhlasan, dan kedekatan kepada Allah. Mudah-mudahan kebiasaan baik ini bisa terus dibawa selama menjadi mahasiswa di UMLA,” ujar Teguh.

Menurut dia, kehidupan mahasiswa tidak cukup dibangun melalui kemampuan akademik. Nilai spiritual dan karakter juga menjadi fondasi penting agar ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri dan masyarakat.

“Kita ingin mahasiswa UMLA memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kekuatan spiritual. Ilmu yang baik akan semakin bermakna ketika disertai akhlak dan ketakwaan,” katanya.

Selain menjadi sarana ibadah, tahajud berjamaah menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan mahasiswa baru. Mereka menjalani ibadah secara bersama-sama dalam suasana yang berbeda dari rangkaian Mastama yang umumnya berlangsung pada siang hari.

Usai salat, mahasiswa mengikuti doa dan refleksi spiritual. Momentum tersebut menjadi kesempatan bagi mereka untuk merenungkan tujuan menempuh pendidikan tinggi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi perjalanan akademik di UMLA.

Kegiatan itu sekaligus menegaskan bahwa Mastama UMLA 2026 bukan sekadar agenda pengenalan kampus. Mengusung tema “CONNECT • GROW • IMPACT — Membangun Koneksi, Menumbuhkan Potensi, Menciptakan Dampak”, mahasiswa baru diarahkan untuk membangun koneksi, mengembangkan potensi, dan memberikan dampak positif dengan nilai-nilai keislaman sebagai salah satu fondasinya.

Dengan Masjid Ki Bagus Hadikusumo sebagai pusat kegiatan spiritual, tahajud berjamaah menjadi salah satu pengalaman awal mahasiswa baru dalam mengenal kehidupan kampus UMLA. Pendidikan, pengembangan karakter, kebersamaan, dan nilai-nilai keislaman dipadukan dalam rangkaian penyambutan mahasiswa baru tersebut. (*)

Penulis : Rohmat | Editor : Fathan Faris Saputro

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Doctor Spins Casino: UK Players Unlock Big Bonuses and Easy Withdrawals

Next Post

Sambut Mahasiswa Baru, Teknik Industri UMLA Dorong Kolaborasi dan Inovasi

Read next
0
Share