Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Kultum Warnai Mastama UMLA, Mahasiswa Baru Tak Hanya Jadi Pendengar

MuhammadiyahLamongan.com – Masa Ta’aruf Mahasiswa (Mastama) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan kampus bagi mahasiswa baru. Kegiatan tersebut juga diisi dengan aktivitas keislaman yang mendorong mahasiswa untuk belajar, berdiskusi, sekaligus berani menyampaikan gagasan.

Suasana itu terlihat di Masjid Ki Bagus Hadikusumo UMLA, Rabu (2/9/2026). Seusai salat Isya, mahasiswa baru mengikuti kegiatan mengaji bersama yang dilanjutkan dengan kuliah tujuh menit atau kultum.

Setiap kelompok mahasiswa baru terlebih dahulu menyelesaikan bacaan Al-Qur’an sebanyak satu juz secara bersama-sama. Setelah itu, perwakilan dari masing-masing kelompok mendapat kesempatan menyampaikan kultum di hadapan rekan-rekannya.

Tema yang disampaikan beragam, tetapi tetap berkaitan dengan nilai-nilai keislaman dan kehidupan mahasiswa. Bagi para mahasiswa baru, kesempatan tersebut bukan sekadar menyampaikan materi keagamaan, melainkan juga menjadi latihan untuk membangun keberanian berbicara di depan umum.

Masjid yang selama ini menjadi tempat ibadah pun bertransformasi menjadi ruang belajar. Mahasiswa tidak hanya duduk mendengarkan, tetapi turut mengambil peran sebagai penyampai ilmu.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sejumlah mahasiswa baru mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai materi yang disampaikan dalam kultum.

Interaksi tersebut membuat kegiatan berlangsung lebih dinamis. Mahasiswa baru tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga diberi kesempatan untuk berpikir kritis, bertanya, dan menyampaikan pendapat.

Selain memperluas wawasan keislaman, kegiatan itu menjadi bagian dari proses membangun kepercayaan diri dan kedekatan antarmahasiswa baru. Mereka belajar bahwa menjadi mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan aktivitas akademik di ruang kelas, tetapi juga kemampuan berkomunikasi dan berbagi pengetahuan dengan orang lain.

Melalui kultum dan diskusi tersebut, Mastama UMLA menjadi lebih dari sekadar masa pengenalan kampus. Kegiatan itu menjadi ruang awal bagi mahasiswa baru untuk membentuk karakter yang berani berbicara, terbuka untuk belajar, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Masjid Ki Bagus Hadikusumo menjadi bagian dari proses tersebut. Dari membaca satu juz bersama hingga menyampaikan kultum di hadapan teman-teman, mahasiswa baru mulai belajar mengambil peran di lingkungan kampus. (*)

Penulis : Fadel Al Ahmed Valentilano | Editor : Fathan Faris Saputro

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Rayakan Maulid Nabi, SKAMDA Ajak Murid Berbagi dan Bergotong Royong di Mushola

Read next
0
Share