MuhammadiyahLamongan.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMK Muhammadiyah 2 (SKAMDA) Lamongan diisi dengan kegiatan yang tidak sekadar seremonial. Senin (31/8/2026), warga sekolah menggelar bakti sosial dengan membersihkan dan membenahi fasilitas tempat ibadah di lingkungan sekitar.
Sejak pagi, murid SKAMDA bergotong royong membersihkan Mushola Ulul Albab. Mereka membagi tugas, mulai dari membersihkan tempat wudu laki-laki dan perempuan hingga merapikan bagian dalam dan luar mushola.
Jendela kaca dibersihkan, area utama ditata, dan sejumlah bagian fasilitas tempat ibadah dirapikan. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi murid untuk mempraktikkan nilai kepedulian sosial yang selama ini dipelajari di lingkungan sekolah.
Bakti sosial itu juga diisi dengan penyaluran sejumlah Al-Qur’an untuk menunjang kegiatan mengaji murid Pendidikan Murni Berkelanjutan (PMB) di mushola tersebut. Selain itu, SKAMDA menyerahkan donasi mukena baru dan menyortir mukena lama yang masih layak digunakan agar dapat dimanfaatkan kembali oleh jamaah.
Kepala SKAMDA, Zun Aini, mengapresiasi keterlibatan seluruh warga sekolah dalam kegiatan tersebut. Menurut dia, peringatan Maulid Nabi seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremonial, melainkan momen nyata untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW. Melihat semangat anak-anak turun langsung membersihkan tempat ibadah dan berbagi donasi, saya sangat bangga. Ini adalah bukti bahwa karakter kepedulian sosial di SKAMDA tumbuh dengan baik,” ujar Zun Aini.
Bagi murid yang terlibat, kegiatan tersebut memberikan pengalaman tersendiri. Selain belajar bekerja sama, mereka dapat melihat secara langsung manfaat dari aksi sederhana yang dilakukan bersama-sama.
“Capek pasti ada, tetapi rasanya puas sekali bisa ikut membersihkan tempat wudu dan menyortir mukena. Melihat mushola menjadi lebih bersih dan siap digunakan teman-teman PMB mengaji membuat saya senang,” ujar salah satu perwakilan murid SKAMDA.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan bazar yang dikelola oleh ibu-ibu paguyuban wali murid SKAMDA. Bazar tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi sekaligus ruang untuk mempererat hubungan antara sekolah, murid, dan orang tua.
Perwakilan paguyuban wali murid, Nita, mengatakan pihaknya mendukung berbagai kegiatan positif yang melibatkan keluarga besar sekolah.
“Kami dari paguyuban sangat mendukung kegiatan positif seperti ini. Lewat bazar ini, kami ingin ikut menyemarakkan suasana sekaligus mempererat silaturahmi antara wali murid dan sekolah. Semoga sinergi ini terus terjaga,” tutur Nita.
Bakti sosial dan bazar Maulid Nabi tersebut menunjukkan bahwa nilai spiritualitas dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Membersihkan tempat ibadah, menyediakan perlengkapan beribadah, hingga berbagi Al-Qur’an menjadi bentuk sederhana dari upaya meneladani akhlak Rasulullah SAW.
Bagi SKAMDA, kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari pendidikan karakter. Gotong royong dan berbagi diharapkan tidak berhenti pada peringatan Maulid Nabi, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. (*)
Penulis : Elvira Eka Salfarina | Editor : Fathan Faris Saputro