Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Gerak Cepat Tangani Keluhan Kesehatan, UMDC UMLA Kawal Mastama 2026

MuhammadiyahLamongan.com – Kesuksesan pelaksanaan Masa Ta’aruf Mahasiswa (Mastama) 2026 Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) tidak hanya ditentukan oleh panitia dan peserta. Tim kesehatan turut berperan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan nyaman.

Tim kesehatan Mastama 2026 berasal dari Unit Kegiatan Mahasiswa Muhammadiyah Disaster and Emergency Center (UKM UMDC) UMLA. Organisasi mahasiswa yang menjadi wadah untuk mempelajari kebencanaan, kegawatdaruratan, dan kerelawanan tersebut dipercaya memberikan pertolongan pertama kepada mahasiswa maupun panitia yang mengalami keluhan kesehatan selama kegiatan.

Tim kesehatan mulai berjaga sejak Senin (31/8/2026) hingga Kamis (3/9/2026). Selama bertugas, anggota UMDC dituntut selalu siap, sigap, dan kompak ketika menghadapi mahasiswa yang membutuhkan bantuan.

Tugas utama tim kesehatan ialah menangani mahasiswa maupun panitia yang mengalami keluhan kesehatan. Untuk keluhan ringan, tim memberikan penanganan awal di lokasi dengan memanfaatkan fasilitas kesehatan dasar yang telah disediakan.

Adapun keluhan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut akan segera dirujuk ke Medical Center UMLA untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan dari petugas medis.

Pembagian tugas tersebut dilakukan agar penanganan dapat berlangsung cepat dan tepat. Tim kesehatan UMDC menjadi garda terdepan dalam memberikan pertolongan awal sebelum mahasiswa memperoleh penanganan lebih lanjut dari tenaga medis.

Tim Kesehatan Disebar di Setiap Gedung

Pada pelaksanaan Mastama tingkat fakultas dan program studi, mahasiswa ditempatkan di sejumlah gedung berbeda. Kondisi tersebut membuat tim kesehatan UMDC turut dibagi dan ditempatkan di masing-masing gedung.

Penempatan tersebut bertujuan mempermudah akses pertolongan ketika sewaktu-waktu terdapat mahasiswa yang membutuhkan bantuan. Dengan demikian, tim dapat merespons keluhan kesehatan lebih cepat tanpa harus menunggu mahasiswa dibawa ke lokasi lain.

Untuk menunjang tugas tersebut, tim kesehatan memperoleh sejumlah fasilitas dari kampus, antara lain satu brankar, satu tandu, dan dua kursi roda.

Tim juga dibekali perlengkapan kesehatan dasar untuk menangani keluhan ringan, seperti minyak kayu putih, Fresh Care, Promag, serta perlengkapan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K).

Ketua Bidang Logistik UKM UMDC, Fika, mengatakan kesiapan perlengkapan menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan tugas tim kesehatan.

“Kami berusaha memastikan semua perlengkapan yang dibutuhkan tim kesehatan sudah siap sebelum kegiatan dimulai. Karena kita tidak pernah tahu kapan ada mahasiswa yang membutuhkan bantuan, jadi semuanya harus benar-benar siap. Yang paling penting adalah kekompakan tim supaya ketika ada keluhan, kami bisa langsung bergerak,” ujar Fika.

Menurut Fika, ketersediaan fasilitas yang memadai turut membantu anggota tim memberikan penanganan awal ketika mahasiswa mengalami keluhan kesehatan.

Bagi anggota UMDC, menjadi bagian dari tim kesehatan bukan sekadar menjalankan tugas organisasi. Kehadiran mereka merupakan bentuk pengabdian sekaligus penerapan keterampilan kegawatdaruratan dan kerelawanan yang selama ini dipelajari.

Kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian dari komitmen UMDC untuk hadir ketika dibutuhkan. Selama empat hari pelaksanaan Mastama 2026, para relawan berjaga di titik-titik yang telah ditentukan dan siap memberikan bantuan kepada mahasiswa maupun panitia.

Dengan kesiapsiagaan, kekompakan, dan respons cepat, UKM UMDC UMLA berupaya memastikan seluruh mahasiswa dapat mengikuti rangkaian Mastama 2026 dengan aman dan nyaman. (*)

Penulis : Nova Aquila Salsabila | Editor : Fathan Faris Saputro

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Lewat Orasi, IMM Al-Iskandariyah UMLA Kenalkan Tradisi Berpikir Kritis kepada Mahasiswa Baru

Read next
0
Share