MuhammadiyahLamongan.com – Beragam cara dilakukan unit kegiatan mahasiswa (UKM) dan organisasi mahasiswa (ormawa) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) untuk menarik perhatian mahasiswa baru dalam kegiatan display UKM dan ormawa Masa Ta’aruf Mahasiswa (Mastama) 2026.
Salah satunya dilakukan Unit Kegiatan Mahasiswa Muhammadiyah Disaster Center (UMDC) UMLA. Dalam kegiatan yang berlangsung di Dome UMLA, Rabu (2/9/2026), UMDC menyiapkan video profil sebagai media untuk memperkenalkan organisasi kepada mahasiswa baru.
Video tersebut menjadi salah satu daya tarik di stan UMDC. Melalui tayangan itu, mahasiswa baru dapat melihat gambaran mengenai aktivitas organisasi, kegiatan kebencanaan, pelatihan, hingga berbagai aksi kemanusiaan yang dilakukan para anggotanya.
Pemilihan video profil bukan tanpa alasan. UMDC ingin memperkenalkan organisasinya dengan cara yang lebih dekat dengan karakter mahasiswa saat ini. Visual dan rangkaian dokumentasi kegiatan diharapkan dapat menarik minat mahasiswa baru untuk mengenal UMDC lebih jauh.
Video itu juga tidak sekadar memperkenalkan identitas organisasi. Tayangan tersebut memberikan gambaran bahwa bergabung dengan UMDC bukan hanya tentang belajar menghadapi situasi kebencanaan. Mahasiswa juga dapat memperoleh pengalaman bekerja dalam tim, meningkatkan keterampilan, serta terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Disiapkan dalam Dua Hari
Persiapan video profil UMDC dilakukan dalam waktu yang cukup singkat. Seperti sejumlah UKM lainnya, anggota UMDC hanya memiliki waktu sekitar dua hari untuk mempersiapkan kebutuhan display Mastama 2026.
Dalam waktu terbatas itu, anggota UMDC menyusun konsep, menyiapkan materi, memilih dokumentasi kegiatan, hingga menyelesaikan video profil yang ditampilkan di stan.
Ketua Umum UKM UMDC UMLA, Lola Anggun, mengatakan video profil dipilih untuk menunjukkan kepada mahasiswa baru berbagai kegiatan sekaligus semangat yang tumbuh di dalam organisasi tersebut.
“Kami ingin mahasiswa baru tidak hanya melihat UMDC sebagai UKM yang bergerak di bidang kebencanaan, tetapi juga sebagai tempat untuk belajar, berkembang, dan mengabdi. Lewat video ini, kami ingin menunjukkan bahwa di UMDC ada banyak pengalaman dan aksi nyata yang bisa mereka ikuti,” ujar Lola.
Menurut Lola, waktu persiapan yang hanya dua hari menjadi tantangan tersendiri. Namun, keterbatasan tersebut justru mendorong anggota UMDC untuk bekerja lebih kompak.
“Persiapannya memang cukup singkat, hanya dua hari. Tetapi kami berusaha memberikan yang terbaik. Bagi kami, yang paling penting bukan hanya hasil videonya, tetapi bagaimana teman-teman bisa bekerja sama dan saling membantu sampai semuanya siap,” katanya.
Lola berharap kehadiran UMDC dalam display UKM dan ormawa Mastama 2026 dapat menjadi langkah awal untuk memperkenalkan organisasi kepada mahasiswa baru.
Ia juga mengajak mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada bidang kebencanaan, kerelawanan, maupun kegiatan kemanusiaan untuk tidak ragu bergabung dengan UMDC.
“Kalau ingin belajar bagaimana menjadi relawan, bagaimana menghadapi keadaan darurat, sekaligus punya pengalaman turun langsung dalam kegiatan kemanusiaan, UMDC bisa menjadi tempat untuk belajar bersama,” tuturnya.
Melalui video profil tersebut, UMDC UMLA ingin menyampaikan pesan bahwa menjadi relawan bukan sekadar siap ketika bencana terjadi. Lebih dari itu, menjadi bagian dari UMDC berarti belajar bersama, bergerak bersama, dan hadir ketika keadaan membutuhkan.
Semangat tersebut sejalan dengan jargon yang menjadi identitas UMDC, “Bersama Kita Kuat, Bersama Kita Bermanfaat.” Jargon itu menjadi pengingat bagi seluruh anggota bahwa kekuatan dalam kerelawanan tidak hanya lahir dari kemampuan individu, tetapi juga dari kebersamaan dan kepedulian untuk memberikan manfaat bagi orang lain. (*)
Penulis : Nova Aquila Salsabila Cahyono | Editor : Fathan Faris Saputro