MuhammadiyahLamongan.com – Keberhasilan Kontingen Pondok Pesantren Karangasem meraih Juara Umum I Kategori Remaja pada Kejuaraan Tapak Suci Rektor Cup Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) 2026 tidak lepas dari kerja keras seluruh atlet, pelatih, dan pembina. Di antara deretan atlet tersebut, ada satu nama yang kembali menunjukkan konsistensi prestasinya, yakni Muhammad Ilham Insan Kamil.
Siswa kelas XII MA Muhammadiyah 1 Karangasem ini sukses meraih Juara I Kelas A, sekaligus menambah daftar panjang prestasi yang telah diraihnya selama menekuni Tapak Suci. Sebelumnya, Ilham berhasil menjadi Juara I Kejurda Lamongan, Juara I Pasuruan Championship, dan Juara I UNSC UMSurabaya, seluruhnya di Kelas A.
Meski berasal dari Malang, Ilham memilih menimba ilmu di Pondok Pesantren Karangasem dan terus mengembangkan kemampuannya di Tapak Suci.
Perjalanannya di dunia bela diri dimulai sejak kelas 4 Sekolah Dasar, dan hingga kini semangat berlatihnya tidak pernah surut.
Menurut Ilham, setiap kejuaraan bukan hanya tentang mengejar medali, tetapi juga menjadi proses untuk membentuk karakter.
“Saya bersyukur bisa kembali meraih juara. Semua ini tidak lepas dari doa orang tua, bimbingan pelatih, dan dukungan teman-teman satu kontingen. Harapan saya ke depan, melalui Tapak Suci saya bisa menjadi kader yang berguna bagi bangsa dan negara,” ujar Ilham.
Prestasi Ilham menjadi bagian dari keberhasilan besar Kontingen Pondok Pesantren Karangasem Paciran yang pada Rektor Cup UMLA 2026 mengirimkan 17 atlet, seluruhnya bertanding pada kategori remaja. Kekompakan tim dan pembinaan yang berkesinambungan mengantarkan mereka keluar sebagai Juara Umum I Kategori Remaja.
Pelatih sekaligus pembina Tapak Suci Pondok Pesantren Karangasem, David, mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses latihan yang disiplin serta semangat para atlet untuk terus berkembang,
“Alhamdulillah, anak-anak mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya. Ilham menjadi salah satu atlet yang konsisten berprestasi dan mampu menjadi teladan bagi atlet lainnya. Namun, keberhasilan ini adalah hasil kerja seluruh tim, mulai dari atlet, pelatih, hingga dukungan pihak pondok,” jelas David.
David berharap pencapaian di Rektor Cup UMLA menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan pada tahun-tahun berikutnya,
“Semoga tahun depan atlet kami bisa tampil lebih baik lagi, baik putra maupun putri. Jika Rektor Cup kembali diselenggarakan, insyaallah kami tidak hanya mengirim atlet kategori remaja, tetapi juga akan mengikutsertakan atlet usia dini dan pra remaja agar pembinaan berjenjang dapat berjalan lebih maksimal,” harapnya.
Keberhasilan Pondok Pesantren Karangasem menjadi Juara Umum I kategori remaja menunjukkan bahwa prestasi tidak lahir secara instan. Di balik setiap medali terdapat latihan yang panjang, kedisiplinan, serta sinergi antara atlet, pelatih, dan lembaga pendidikan.
Sosok Muhammad Ilham Insan Kamil menjadi salah satu bukti bahwa pembinaan yang konsisten mampu melahirkan atlet berprestasi sekaligus kader Tapak Suci yang siap memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Penulis Afan Alfian Editor Lim
