MuhammadiyahLamongan.Com- Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) menyelenggarakan pengajian dalam rangka Halalbihalal bertempat di Masjid Al Akbar Muhammadiyah pada Sabtu (12/4/2025) dengan menghadirkan Drs. KH. Shodikin, M.Pd selaku Ketua PDM Lamongan sebagai penceramah.
Sebelum KH. Shodikin menyampaikan isi ceramahnya, terlebih dahulu penyampaian kata sambutan oleh Ketua PCM Kalitengah, ustad Rodhi, M.Pd. Beliau mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin kepada semua jamaah dan ucapan terimakasih kepada agniya atas infak dan sedekahnya, amanahnya tersebut akan segera diwujudkan sesuai dengan program yang ditentukan.
“Kami ucapkan terimakasih kepada para agniya, insyaAllah dalam waktu dekat, amanah infak dan sedekah akan diwujudkan sesuai program”, Ujarnya.
Acara berlanjut dengan pengajian Halalbihalal oleh KH. Shodikin. Mengawali ceramahnya, beliau mengucapkan hamdalah dan salawat kepada Nabi Muhammad SAW, kemudian menyapa para jamaah dengan sapaan yang hangat.
Sebagai pembuka isi ceramah, Beliau mengingatkan kepada para jamaah bahwa di dalam Alquran ada dua kata penggunaan kata puasa yakni Shoum dan Shiam. Kata Shoum berarti imsak yakni menahan. Menahan diri dari makan dan minum serta yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.
Kemudian kata Shiam yang terdapat dalam surah Maryam lebih spesifik yakni menahan tidak berbicara kepada semua orang terkait dengan kisah Maryam yang mengandung.
Selanjutnya penceramah mengajak kepada semua jamaah untuk dapat menahan diri dengan mengendalikan dari perbuatan fujur, munkar dan amarah. Beliau mengutip hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim yang artinya berbunyi:
“Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang yang kuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya pada saat marah”.
Pada momentum bulan Syawal ini, KH. Shodikin mengingkatkan para jamaah agar bergegas memohon ampun kepada Allah SWT atas segala salah, khilaf dan dosa. Karena sejatinya manusia itu tempatnya salah dan dosa. Kemudian Beliau membacakan bunyi Alquran surah Ali Imran ayat 133.
وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍۢ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا ٱلسَّمَـٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
Artinya: Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.
Kemudian Beliau menjelaskan sifat orang-orang yang bertakwa dengan merujuk kepada bunyi ayat Alquran yang terdapat pada surah Ali Imran ayat 134.
ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلْكَـٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ
Artinya: (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.
Berdasarkan ayat diatas, bahwa ada empat sifat orang-orang bertakwa yaitu:
1. Menafkahkan hartanya di waktu lapang maupun sempit
2. Menahan amarah
3. Memaafkan kesalahan orang lain
4. Mencintai berbuat kebaikan
Semoga dengan pengajian Halalbihalal ini menjadikan kita sebagai seorang mukmin yang mensucikan diri dengan bertaqarrub kepada Allah dan menjalin harmonisasi sesama manusia dengan saling memaafkan dan berbagai serta senantiasa mencintai berbuat kebaikan.
Penulis: Adi Familu, Editor: Ma’in