Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Kenakan Ihram, Siswa SMA Muhammadiyah 1 Babat Antusias Ikuti Manasik Haji

MuhammadiyahLamongan.com – Halaman SMA Muhammadiyah 1 Babat tampak berbeda pada Sabtu (14/3/2026). Para siswa mengenakan pakaian serba putih mengikuti praktik manasik haji dalam rangkaian kegiatan Darul Arqom.

Materi tersebut merupakan materi kedua pada hari kedua Darul Arqom yang disampaikan oleh Ustadz Amrozi Mufida yang juga Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Babat. Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.30 WIB dan berlangsung di halaman sekolah dengan metode praktik langsung.

Halaman Sekolah Disulap Menjadi Miniatur Tanah Suci

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, panitia menyiapkan berbagai alat peraga manasik haji, seperti replika Ka’bah, Hijr Ismail, Multazam, dan Maqam Ibrahim.

Para peserta putra mengenakan pakaian ihram, sedangkan peserta putri mengenakan mukena berwarna putih. Suasana ini membuat kegiatan terasa seperti berada di tanah suci.

Melalui metode praktik tersebut, para siswa dapat memahami langsung tahapan-tahapan ibadah haji yang biasanya hanya dipelajari melalui teori di kelas.

Dalam pemaparannya, Ustadz Amrozi Mufida menjelaskan bahwa haji adalah berkunjung ke Baitullah untuk melaksanakan rangkaian ibadah tertentu seperti ihram, thawaf, sa’i, wukuf di Arafah, dan tahallul.

Ibadah ini dilaksanakan pada waktu tertentu dengan tujuan memenuhi panggilan Allah serta mengharap ridha-Nya.

Ia juga menjelaskan bahwa haji hukumnya wajib bagi setiap Muslim yang mampu dan dilaksanakan sekali seumur hidup, sebagaimana disebutkan dalam QS Al-Baqarah ayat 196 dan QS Ali Imran ayat 97.

Mengenal Jenis dan Syarat Haji

Dalam materinya, Ustadz Amrozi juga menjelaskan bahwa terdapat tiga jenis pelaksanaan haji, yaitu:

  1. Haji Ifrad, melaksanakan haji terlebih dahulu kemudian umrah
  2. Haji Tamattu’, melaksanakan umrah terlebih dahulu lalu haji
  3. Haji Qiran, melaksanakan haji dan umrah dalam satu ihram

Selain itu, seseorang diwajibkan berhaji jika memenuhi beberapa syarat, yaitu Islam, baligh, berakal, mampu secara fisik dan finansial, serta aman dalam perjalanan.

Rukun dan Wajib Haji

Para peserta juga diperkenalkan dengan enam rukun haji yang tidak boleh ditinggalkan, yaitu:

  1. Niat ihram
  2. Wukuf di Arafah
  3. Thawaf Ifadhah
  4. Sa’i
  5. Tahallul
  6. Tertib

Selain rukun, terdapat pula enam wajib haji, seperti ihram dari miqat, mabit di Muzdalifah, melempar jumrah, mabit di Mina, serta thawaf wada’.

Jika wajib haji ditinggalkan, ibadah haji tetap sah tetapi harus membayar dam.

Memahami Ihram dan Talbiyah

Ustadz Amrozi juga menjelaskan bahwa ihram adalah niat memulai ibadah haji atau umrah. Pakaian ihram bagi laki-laki berupa dua lembar kain tanpa jahitan, sedangkan perempuan memakai pakaian yang menutup aurat, tidak transparan, dan tidak ketat.

Saat ihram, jamaah dianjurkan membaca talbiyah sebagai bentuk memenuhi panggilan Allah.

Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik…”

Bacaan ini mengandung makna kesediaan seorang hamba memenuhi panggilan Allah dan mengakui keesaan-Nya.

Rangkaian Ibadah Haji

Dalam materi tersebut, dijelaskan pula rangkaian kegiatan haji yang berlangsung pada 8 hingga 13 Dzulhijjah, mulai dari:

  1. Ihram dan mabit di Mina pada 8 Dzulhijjah
  2. Wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah
  3. Mabit di Muzdalifah pada malam 10 Dzulhijjah
  4. Melempar Jumrah Aqabah, tahallul, dan thawaf ifadhah
  5. Mabit di Mina dan melempar tiga jumrah pada hari Tasyrik

Sebelum pulang ke tanah air, jamaah juga melaksanakan thawaf wada’ sebagai thawaf perpisahan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran.

Antusiasme Peserta

Metode pembelajaran yang memadukan penjelasan materi dengan praktik langsung membuat para siswa terlihat sangat antusias. Mereka mengikuti setiap tahapan manasik dengan penuh semangat.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memahami teori ibadah haji, tetapi juga mendapatkan gambaran nyata tentang rangkaian ibadah rukun Islam kelima.

Kegiatan manasik haji dalam Darul Arqom ini diharapkan mampu menanamkan pemahaman keislaman sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap ibadah haji sejak usia pelajar.

Penulis Aminulloh Fatkhur Roziqi
Editor Lim

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Tak Hanya Materi Kesehatan, Dokter Syifa’ Beri THR Bagi Peserta Darul Arqom Muhiba

Next Post

Usai Baitul Arqom, SMA Muhiba Lanjutkan Darul Arqom untuk Kelas XI

Read next
0
Share