MuhammadiyahLamongan.com — Banjir besar, tanah longsor, gempa bumi, erupsi gunung api, hingga kebakaran hutan mewarnai perjalanan Indonesia sepanjang 2025. Bencana tersebut melanda hampir seluruh wilayah, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Maluku, dan memporakporandakan lingkungan yang sebelumnya tertata rapi dan indah.
Keprihatinan atas kondisi tersebut diwujudkan para siswa Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 08 (MIM 08) Dusun Tulung, Desa Wanar, Kecamatan Pucuk, Lamongan, melalui kegiatan melukis bertema bencana alam, Senin (15/12/2025).
Melalui goresan kanvas, para siswa mengekspresikan pemahaman sekaligus empati terhadap musibah yang menimpa negeri. Lukisan-lukisan itu menggambarkan dampak kerusakan alam akibat faktor alam maupun ulah manusia.
Guru MIM 08, Teguh Asy’ari, mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya mengasah kemampuan seni siswa, tetapi juga menumbuhkan kepekaan sosial dan kepedulian lingkungan sejak dini.
“Melukis bencana alam yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini dapat menggugah empati siswa agar lebih peduli terhadap lingkungan serta berhati-hati dalam memanfaatkan kekayaan alam Indonesia pada masa mendatang,” ujarnya.
Selain menanamkan nilai empati, kegiatan ini juga mendorong siswa untuk menyerap informasi dari berbagai sumber, baik media elektronik maupun cetak, sehingga meningkatkan kecakapan literasi mereka.
Kegiatan sederhana tersebut menjadi ruang refleksi bagi siswa untuk memahami realitas bangsanya sekaligus belajar bertanggung jawab terhadap kelestarian alam. (*)
Penulis Listi Iklimah. Editor Fathan Faris Saputro.