MuhammadiyahLamongan.com –. Sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan hama tikus yang kerap menyebabkan kerugian bagi petani, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiah Lamongan (UMLA) Kelompok 13 melaksanakan program kerja berupa pembuatan RUBUHA (Rumah Burung Hantu) di area persawahan Desa Sumurgayam, Paciran, Lamongan. Ahad (9/8/2026)
Program ini menjadi salah satu upaya mendukung pengendalian hama tikus secara alami, efektif, dan berkelanjutan tanpa bergantung pada penggunaan racun kimia. RUBUHA dirancang sebagai habitat yang nyaman bagi burung hantu, predator alami tikus.
Rumah burung hantu tersebut dibuat dengan ukuran panjang 60 cm, lebar 40 cm, dan tinggi 60 cm, dilengkapi lubang masuk berukuran 20 x 20 cm serta dipasang pada tiang setinggi 6 meter.
Desain ini disesuaikan dengan kebutuhan burung hantu sebagai tempat bertengger, bersarang, dan berkembang biak sehingga diharapkan mempu menarik burung hantu untuk menetap di kawasan persawahan.
Keberadaan RUBUHA diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan
ekosistem pertanian melalui pengendalian populasi tikus secara alami. Selain lebih
ramah lingkungan, metode ini juga dapat mengurangi penggunaan pertisida dan racun tikus yang berpotensi mencemari lingkungan serta membahayakan makhluk hidup lainnya.
Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat dan para petani Desa Sumurgayam. Mereka menilai RUBUHA menjadi salah satu solusi yang inovatif dan
berkelanjutan dalam menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.
Melalui inovasi ini, Mahasiswa KKN UMLA Kelompok 13 tidak hanya memberikan solusi nyata terhadap permasalahan hama tikus, tetapi juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan predator alami sebagai bagian dari pertanian berkelanjutan.
Diharapkan RUBUHA dapat memberikan manfaat jangka panjang, mengurangi kerusahan tanaman akibat serangan tikus, meningkatkan hasil panen, serta menjadi contoh penerapan inovasi berbasis lingkungan di sektor pertanian.
Penulis Muhammad Ainur Rohman F. Editor Lim