MuhammadiyahLamongan.com – Literasi dan numerasi telah menjadi perhatian utama dalam dunia pendidikan saat ini, karena pentingnya menggabungkan kedua aspek tersebut dalam proses pembelajaran. Namun, dalam era digitalisasi, literasi menggunakan media kertas, khususnya buku, mulai tergeser oleh literasi di media digital. Padahal, buku tetap menjadi sumber ilmu yang autentik.
Dalam semangat tersebut, siswa-siswi kelas 5 MI Muhammadiyah 07 Sidokelar telah menulis sebuah buku yang berjudul “Bintang Kecil Yang Bersinar”. Buku ini berisi kisah petualangan, karya prosa, dan kumpulan puisi yang ditulis oleh para siswa-siswi. Buku perdana ini mendapatkan dukungan pengantar motivasi dari Bapak M. Said, S.Pd., M.Pd., Ketua Majelis Dikdasmen PDM Lamongan.
Pada malam Akhirussanah MIM 07 Sidokelar dan MTsM 08 Sidokelar yang diselenggarakan pada Hari Ahad, tanggal 25 Juni 2023, buku “Bintang Kecil Yang Bersinar” diluncurkan di hadapan sekitar 400 orang yang hadir.
Sebagai simbolis, para siswa-siswi memberikan sebuah buku kepada Drs. H. Moh. Yasin, seorang kiyai yang diundang untuk memberikan ceramah agama dalam acara Akhirussanah. Selain itu, mereka juga memberikan satu buku kepada pimpinan ranting Muhammadiyah Sidokelar yang diwakili oleh Bapak Syafi’in, S.Pd.
Itsnaini Adilah Saputru, salah satu penulis, menyatakan rasa sukacitanya karena dapat menjadi penulis dan karyanya dijadikan buku. Ini merupakan pengalaman menulis pertamanya. “Awalnya, saya sangat kesulitan memikirkan apa yang harus saya tulis dan darimana harus memulainya, tetapi dengan arahan dan motivasi dari guru, saya berhasil menyelesaikan karya saya,” tuturnya.
Ghozi, guru kelas 5, menyatakan bahwa potensi anak-anak tidak akan muncul begitu saja, tetapi memerlukan proses untuk dikembangkan. Terbukti, anak-anak yang pada awalnya tidak berani menulis, dengan sedikit dorongan motivasi, mampu mengeluarkan potensi yang besar bahkan di luar dugaan. “Sebuah karya buku perdana yang langsung ditulis oleh siswa-siswi kelas 5 ini sangat membanggakan,” tambahnya.
Khoirun Nadhir, S.Pd., selaku kepala MI Muhammadiyah 07 Sidokelar, merasa bangga atas karya yang dihasilkan oleh siswa-siswi tersebut. Menulis sebuah buku merupakan tugas yang sulit, namun ternyata siswa-siswi mampu melakukannya. Hal ini tentunya dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya untuk berkarya dalam bidang literasi. (*)
Reporter Fathan Faris Saputro