Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

MATAMUDA MI Mumtas Brilliant Dibuka, 76 Murid Baru Disambut dengan Budaya 5S dan Semangat Berprestasi

MuhammadiyahLamongan.com – Sebanyak 76 murid baru MI Muhammadiyah Sedayulawas (MI Mumtas Brilliant) memulai perjalanan pendidikan mereka melalui Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (13/7/2026). Penyambutan yang hangat dengan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) menjadi kesan pertama yang ingin ditanamkan madrasah sebagai fondasi terciptanya lingkungan belajar yang ramah, nyaman, dan berkarakter.

Sejak pagi, para murid bersama orang tua mulai memadati lingkungan madrasah. Seluruh dewan guru berdiri di gerbang untuk menyambut kedatangan mereka dengan senyum dan sapaan hangat. Tradisi tersebut merupakan pembiasaan harian yang menjadi bagian dari budaya sekolah dalam membangun kedekatan antara guru, murid, dan orang tua sejak hari pertama.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Apel Ta’aruf di halaman madrasah. Acara diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Madrasah, serta Mars MI Mumtas Brilliant. Suasana semakin semarak ketika seluruh warga madrasah bersama-sama meneriakkan jargon, “Istimewa! Cerdas! Berprestasi!” sebagai penyemangat memasuki tahun ajaran baru.

Mewakili orang tua murid baru, Andriani Gamar Riza Rohulilla, wali murid Ananda Ilyas Al Hanif, menyampaikan apresiasi kepada pihak madrasah yang telah menerima putra-putri mereka sebagai bagian dari keluarga besar MI Mumtas Brilliant.

Ia berpesan agar para murid senantiasa menghormati guru, berbakti kepada orang tua, serta tumbuh menjadi pribadi yang saleh, berakhlak mulia, dan memiliki ilmu yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

Prosesi penyerahan murid baru diterima langsung oleh Kepala MI Muhammadiyah Sedayulawas, Abdul Mujib Ridwan, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen seluruh guru untuk mendidik setiap murid dengan penuh kasih sayang layaknya anak sendiri.

“Anak-anak ini akan kami didik dengan sepenuh hati. Kami ingin mereka menjadi generasi yang unggul, saleh, dan berprestasi. Ketika berada di madrasah, guru adalah orang tua mereka. Namun, saat di rumah, tanggung jawab pendidikan kembali kepada orang tua. Karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara madrasah dan keluarga agar cita-cita pendidikan dapat terwujud bersama,” ujarnya.

Sebagai simbol resmi bergabungnya peserta didik baru, kepala madrasah menyematkan tanda identitas kepada 76 murid. Prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya perjalanan mereka sebagai bagian dari keluarga besar MI Mumtas Brilliant.

Keceriaan semakin terasa saat sesi perkenalan guru dan tenaga kependidikan. Satu per satu guru memperkenalkan diri di hadapan 378 murid serta 45 guru dan tenaga kependidikan. Beragam gaya penyampaian membuat suasana semakin akrab. Ada yang tampil tenang dan berwibawa, ada pula yang mencairkan suasana melalui humor sehingga mengundang tawa para murid maupun orang tua.

Salah satu yang menarik perhatian ialah Masroni, S.Pd., yang akrab disapa Pak Roni. Dengan gaya komunikatif dan penuh ekspresi, ia berhasil membangun suasana yang hangat dan menyenangkan. Sosoknya dikenal sebagai guru sekaligus operator madrasah yang kreatif dan inovatif sehingga dekat dengan para murid.

Usai apel, seluruh murid baru diarahkan menuju kelas masing-masing untuk mengenal lingkungan belajar, wali kelas, teman-teman baru, serta tata tertib madrasah. Tahapan ini menjadi awal proses adaptasi mereka sebelum memasuki kegiatan pembelajaran secara penuh.

Hari pertama MATAMUDA menjadi momentum penting dalam membangun kedekatan antara madrasah, murid, dan orang tua. Melalui penyambutan yang hangat, budaya sekolah yang positif, serta kolaborasi yang erat, MI Mumtas Brilliant berharap mampu mencetak generasi yang benar-benar istimewa, cerdas, dan berprestasi, sejalan dengan komitmennya melahirkan peserta didik yang beriman, berilmu, dan multitalenta. (*)

Penulis : Ahmad Farid | Editor : Fathan Faris Saputro

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

UMLA Lepas 520 Mahasiswa KKN, Siap Perkuat Potensi Desa di Paciran dan Brondong

Read next
0
Share