Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Memaknai Kelulusan, MI Al Islam Muhammadiyah Bedingin Gelar Haflah Akhirussanah yang Menggugah

MuhammadiyahLamongan.com – Suasana khidmat nan meriah menyelimuti rangkaian kegiatan Haflah Akhirussanah MI Al Islam Muhammadiyah Bedingin, Kamis (18/6/2026). Perhelatan ini menjadi momentum syukur sekaligus perayaan atas tuntasnya jenjang pendidikan para peserta didik tahun ajaran 2025/2026.

Acara yang mempertemukan dewan guru, orang tua murid, dan para siswa ini berlangsung emosional. Sejak pembukaan, panggung utama diisi oleh unjuk bakat siswa-siswi MI Al Islam Muhammadiyah Bedingin. Penampilan tari tradisional, dakwah cilik (PILDACIL), hingga berbagai pertunjukan kreatif lainnya berhasil memukau tamu undangan yang memadati lokasi.

Kepala MI Al Islam Muhammadiyah Bedingin, Yuni Seniasih, S.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada para wali murid. Ia menekankan bahwa kepercayaan orang tua menjadi pilar penting bagi perjalanan pendidikan di madrasah.

“Saya berterima kasih kepada seluruh wali murid atas dukungan dan kerja sama yang terjalin selama ini. Suasana haru yang saya rasakan saat melihat penampilan anak-anak bukan karena kesedihan, melainkan kebanggaan melihat keberanian mereka tampil di depan khalayak,” ujar Yuni dengan nada bergetar.

Filosofi Padi

Dalam pesannya kepada para lulusan, Yuni mengingatkan agar keberhasilan menuntaskan pendidikan dasar ini tidak membuat para siswa merasa puas. Ia mendorong para siswa untuk terus memacu diri menuntut ilmu setinggi mungkin.

“Ilmu yang kalian peroleh saat ini masih merupakan langkah awal dari jenjang yang lebih panjang. Jangan pernah cepat berpuas diri. Jadilah generasi yang saleh, salehah, dan terus mengukir prestasi,” tegasnya.

Yuni juga menyelipkan pesan moral tentang pentingnya kerendahan hati. Ia menggunakan filosofi padi sebagai analogi karakter ideal bagi seorang pembelajar.

“Jadilah seperti padi; semakin berisi, maka akan semakin merunduk. Jangan pernah sombong atas ilmu yang dimiliki. Tetaplah rendah hati karena masih terbentang luas ilmu yang harus dipelajari di masa depan,” imbuh Yuni.

Haflah Akhirussanah ini ditutup dengan penuh kesan. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi pemantik motivasi bagi para siswa untuk terus menuntut ilmu, menjaga akhlak mulia, serta berani mengejar impian di jenjang pendidikan berikutnya. (*)

Penulis : Mohammad Nofian Subandi | Editor : Fathan Faris Saputro

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Безумная обезьяна: как один слот перевернул представление об азарте в Казахстане

Read next
0
Share