MuhammadiyahLamongan.com— Suara derap langkah kaki yang kompak di halaman madrasah berpadu lembut dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dari balik dinding masjid. Di sudut lain, gema musik tari daerah bersahutan hangat dengan tawa ceria anak-anak yang sedang belajar berhitung. Suasana penuh dinamika dan kehangatan itu mewarnai MI Muhammadiyah 09 Labuhan (MI MULA) pada Selasa (28/7/2026).
Hari itu, kehadiran para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) menghadirkan warna baru. Bukan sekadar datang untuk menuntaskan kewajiban akademis, mereka hadir membawa semangat pengabdian tulus: merawat dan memupuk potensi anak-anak desa dari kelas 4 hingga kelas 6 sesuai dengan bakat dan minat yang berbinar di mata mereka.
Menempa Kedisiplinan dan Menjaga Kalam Ilahi
Di bawah terik matahari halaman madrasah, Junita, Rafila, dan Syifa berdiri mendampingi dua regu LKBB—putra dan putri. Melalui latihan sikap sempurna, jalan di tempat, hingga langkah tegap, ketiga mahasiswa ini tak hanya mengajarkan kerapian baris-berbaris. Di atas tanah halaman sekolah itu, anak-anak diajak memahami arti penting kedisiplinan, kekompakan, rasa saling percaya, serta keberanian untuk berdiri tegap menatap masa depan.
Suasana teduh dan khusyuk terasa di Masjid Jami’ Darussalam. Di sana, Nova dan Elsa dengan telaten mendampingi siswa yang haus akan ilmu seni baca Al-Qur’an (Qiro’ah). Satu per satu makhraj huruf disempurnakan, hukum tajwid dibenahi, dan cengkok nada dasar seperti lagu Bayyati dianyam dengan lembut. Lebih dari sekadar melantunkan ayat secara merdu, mereka sedang menanamkan rasa cinta yang mendalam pada Al-Qur’an di dalam dada anak-anak sejak usia dini.
Menuntun Jemari Kecil dan Mengukir Keindahan Gerak
Langkah pendidikan berlanjut di dalam ruang kelas bersama Windy dan Jea. Mengampu bimbingan Baca, Tulis, dan Berhitung (Calistung), keduanya membimbing anak-anak menembus keterbatasan. Dengan kesabaran ekstra, jemari mungil siswa dituntun membentuk goresan huruf yang rapi, diajak memahami makna di balik lembaran cerita, serta dibimbing mengurai angka-angka matematika. Pelatihan ini menjadi fondasi penting agar tak ada lagi anak yang merasa tertinggal atau takut dalam belajar.
Sementara itu, keceriaan terpancar jelas dari ruang Aula Madrasah. Diiringi lantunan musik Nusantara yang energik, Melis dan Via melatih peragaan Tari Wonderland. Setiap jentikan jari, ayunan langkah, hingga ulas senyum diperagakan dengan anggun dan ditirukan secara antusias oleh para siswi. Lebih dari sekadar olah tubuh, tarian ini menjadi ruang ekspresi untuk menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus rasa bangga akan kekayaan budaya bangsa.
Jejak Kebaikan yang Tak Akan Pudar
Terik matahari mulai memanas, namun binar bahagia di wajah siswa-siswi MI MULA belum jua padam. Pengabdian mahasiswa KKN UMLA hari itu membuktikan bahwa pendidikan terbaik tidak hanya transfer ilmu pengetahuan, tetapi tentang bagaimana menyentuh hati dan menyalakan harapan.
Bagi madrasah dan para siswa, kehadiran para mahasiswa ini adalah embun penyejuk yang menyiram benih-benih potensi dalam diri mereka. Dan bagi para mahasiswa, senyum polos serta tatapan antusias anak-anak Labuhan menjadi pengingat paling indah: bahwa ilmu terbaik adalah ilmu yang memberi manfaat dan meninggalkan jejak kebaikan di hati sesama.
Penulis: Marmulik Hidayah, S.Pd, Editor: Ma’in