MuhammadiyahLamongan.com– Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti SD Muhammadiyah 1 Karanggeneng (SD Musaka) pada Sabtu, 30 Mei 2026. Sekolah yang dikenal dengan berbagai program pembentukan karakter ini menggelar Semarak Qurban V dengan mengusung tema “Qurban Ceria, Ilmu Bertambah, Silaturahmi Menguat di SD Musaka.”
Kegiatan yang dilaksanakan di halaman SD Musaka tersebut diikuti oleh seluruh keluarga besar sekolah, mulai dari murid, guru, wali murid, pengurus, bahkan tetangga sekitar SD Musaka. Semarak Qurban V tidak hanya menjadi sarana mengenalkan nilai-nilai ibadah qurban kepada para murid, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial.
Salah satu kegiatan yang menjadi sorotan dalam Semarak Qurban V tahun ini adalah program Berbagi Itu Indah (Baginda). Program ini dirancang sebagai media pendidikan karakter bagi anak-anak untuk belajar berbagi, menumbuhkan empati, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Melalui Baginda, murid diajak memahami bahwa kebahagiaan tidak hanya dirasakan saat menerima, tetapi juga saat memberi. Kegiatan ini menjadi pembelajaran nyata tentang pentingnya rasa syukur, kepedulian sosial, dan semangat berbagi yang merupakan bagian dari nilai-nilai luhur dalam pendidikan Islam.
Pelaksanaan Baginda dilakukan secara langsung oleh para murid. Mereka membagikan paket kepada dua belas tetangga SD Musaka, kemudian melanjutkan kegiatan serupa kepada para tetangga di lingkungan rumah masing-masing.
Raut wajah bahagia tampak menghiasi para murid saat menjalankan program tersebut. Dengan penuh semangat mereka menyapa warga, menyerahkan bingkisan, dan merasakan pengalaman berharga yang tidak didapatkan di dalam kelas. Banyak di antara mereka mengaku senang karena dapat berbagi dan melihat senyum bahagia dari para penerima. Momen tersebut menjadi pelajaran kehidupan yang membekas di hati anak-anak tentang arti kepedulian dan kebersamaan.
Kepala SD Musaka, Ardiansyah Romadhana, menyampaikan bahwa program Baginda merupakan bagian dari upaya sekolah dalam menanamkan pendidikan karakter kepada murid.
“Kami ingin anak-anak belajar bahwa ilmu yang baik harus melahirkan akhlak yang baik. Melalui Baginda, mereka tidak hanya memahami makna berbagi secara teori, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung. Harapannya, tumbuh generasi yang peduli, empatik, dan memiliki kepekaan sosial terhadap sesama,” ujarnya.
Sebelum rangkaian kegiatan berbagi selesai dilaksanakan, seluruh keluarga besar SD Musaka menikmati makan bersama dalam suasana penuh keakraban. Momen ini menjadi salah satu bagian paling hangat dalam Semarak Qurban V karena mempertemukan seluruh elemen sekolah dalam satu kebersamaan tanpa sekat.
Menu spesial berupa sate dan asam-asam tulang daging disajikan khusus oleh Ikatan Wali Murid (IKWAM) SD Musaka. Hidangan tersebut menjadi pelengkap suasana kekeluargaan yang semakin terasa di tengah semangat berbagi dan silaturahmi.
Ketua IKWAM SD Musaka, Bunda Rini, mengungkapkan rasa syukurnya dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat bahagia bisa turut mendukung Semarak Qurban V. Kebersamaan seperti ini sangat berharga karena mampu mempererat hubungan antara sekolah, wali murid, dan anak-anak. Semoga semangat berbagi dan kekeluargaan yang terbangun hari ini terus tumbuh dan menjadi budaya yang baik di SD Musaka,” tuturnya.
Semarak Qurban V tidak hanya menghadirkan kemeriahan sebuah kegiatan tahunan, tetapi juga meninggalkan nilai-nilai kehidupan yang bermakna. Melalui program Baginda, makan bersama, dan berbagai rangkaian kegiatan lainnya, SD Musaka kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak mulia.
Dengan semangat qurban yang sarat makna, SD Musaka berharap seluruh murid dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, gemar berbagi, serta mampu menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Sebab, dari langkah-langkah kecil berbagi hari ini, akan lahir pribadi-pribadi besar yang kelak membawa kebaikan bagi masyarakat, bangsa, dan agama.
Penulis: Apriliana Rosidatul Islamiyah, Editor: Ma’in