MuhammadiyahLamongan.com – MI Muhammadiyah 3 Bulubrangsi (MI Muga Bulubrangsi), Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menggelar kegiatan tasmi’ Al-Qur’an bertema “Mencetak Generasi Qur’ani, Berakhlak Mulia, dan Berprestasi” di aula madrasah, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya madrasah menumbuhkan kecintaan murid terhadap Al-Qur’an sekaligus membentuk karakter religius dan membiasakan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai Islam.
Kepala MI Muga Bulubrangsi, Nur Amamah, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada murid yang mengikuti kegiatan tasmi’ untuk pertama kalinya. Ia menegaskan bahwa menghafal Al-Qur’an tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan mengingat ayat, tetapi juga merupakan wujud kecintaan kepada Allah SWT dan kitab suci-Nya.
Menurut Nur Amamah, proses menghafal Al-Qur’an membutuhkan kesabaran, tekad yang kuat, dan kedisiplinan. Ketekunan dalam menjaga hafalan melalui pengulangan atau murojaah menjadi bagian penting yang perlu dibangun sejak dini.
“Menghafal Al-Qur’an tidak mudah. Dibutuhkan kesabaran dan tekad yang kuat. Melalui kegiatan ini, anak-anak juga belajar melatih kedisiplinan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa menghafal Al-Qur’an hendaknya dilandasi niat yang tulus sebagai bentuk ibadah. Kecintaan terhadap Al-Qur’an diharapkan tidak berhenti pada hafalan, tetapi berlanjut pada upaya memahami dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan tersebut, Nur Amamah menyampaikan tiga pesan kepada murid. Pertama, meluruskan niat dalam menghafal Al-Qur’an. Kedua, tidak mudah menyerah dan terus melakukan murojaah agar hafalan tetap terjaga. Ketiga, mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an melalui perilaku sehari-hari.
Pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan Al-Qur’an tidak hanya diukur dari banyaknya ayat yang dihafal, tetapi juga dari perubahan sikap dan akhlak. Nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan menjadi pedoman bagi murid dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan lingkungan sekitarnya.
Nur Amamah berharap kegiatan tasmi’ Al-Qur’an dapat menumbuhkan semangat murid untuk terus menghafal dan menjaga hafalan mereka. Ia juga berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam membentuk generasi yang mencintai Al-Qur’an, berakhlak mulia, serta memiliki semangat untuk meraih prestasi.
Melalui kegiatan ini, MI Muga Bulubrangsi berupaya menempatkan pendidikan Al-Qur’an sebagai bagian dari pembentukan karakter murid. Hafalan diharapkan tidak hanya tersimpan dalam ingatan, tetapi juga tercermin dalam sikap, kebiasaan, dan tindakan sehari-hari. (*)
Penulis : Fathan Faris Saputro