Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Pesan Arika Karim di Acara Parenting 200 Lebih Guru Ngaji Lamongan

MuhammadiyahLamongan.com- Seminar parenting dan pelatihan bermain, bercerita, dan bernyanyi untuk guru ngaji sekabupaten Lamongan yang masih dalam naungan Muhammadiyah, sukses digelar oleh Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Lamongan bertempat di Masjid Al-Muttaqin Karanggeneng, pada Senin (7/7/2025).

Kegiatan tersebut adalah program dari Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Lamongan yang bertemakan “menjadi pencetak generasi Qurani harapan ummat bersama nasyiah”. Kegiatan ini dihadiri oleh Bapak Drs. H. Bambang Mansyuri M.Pd selaku wakil ketua PCM bidang dikdasmen sekaligus takmir masjid Al-Muttaqin, Bapak K. H. Ahmad Kasuwi Thorif M. A. PBr sebagai wakil ketua PDM Lamongan dan didapuk membuka acara, Ibu Dra. Hj. Husniyah sebagai PCA Karanggeneng, Bambang Bimo Suryono menjadi pemateri utama, serta hadir 200 lebih guru ngaji di daerah Lamongan.

Sefti Ika Wulansari sebagai Master of Ceremony memulai acara sekitar pukul 08.00 WIB. Pada kesempatan itu Ayunda Arika Karim selaku ketua PDNA Lamongan menyampaikan ucapan syukur kepada Allah Taala karena bisa berkumpul dan bersilaturahmi dengan asatid asatizah, dengan para pendakwah sekabupaten Lamongan yang hadir saat itu. Ucapan terima kasih pun tak lupa dia sampaikan kepada seluruh undangan yang hadir dan kepada bapak Bambang Bimo Suryono (kak Bimo) yang akan memberikan materi kepada semua peserta seminar.

Arika juga berpesan agar seluruh peserta memperhatikan dengan baik apa yang disampaikan Kak Bimo sehingga nantinya bisa mendidik anak-anak dengan fitrohnya yakni gerak, akal, fisik, dan akhlak, sehingga mereka bisa meniru kebaikan-kebaikan yang kita contohkan. Karena sudah viral bahwa beliau adalah seorang pendongeng dengan ilustrasi suara dan audiens terbanyak , beliau berkecimpung dalam dunia mendongeng sejak tahun 1972 dan dikenal sebagai penemu metode story based teaching dan pencipta cerita tercepat.

Lebih lanjut, Arika berpesan jangan sampai kita salah mendidik anak sehingga bukanya dekat dengan Allah tapi justru jauh dari Allah Taala. Keteladanan kita menjadi contoh mereka. Jangan sampai anak didik tingkahnya kurang sopan, karena gurunya juga tidak bisa menjadi teladan, salah satu contohnya yakni keluar rumah masih melepas jilbab dan sebagainya. Mari mendoakan anak-anak kita agar menjadi anak yang Sholeh, hebat, dan berakhlak. Doa kita penting untuk mereka karena Allah yang Maha membolak-balikkan hati.

Setelah kegiatan ini, harapannya guru ngaji di Lamongan memiliki kemampuan yang layak, dan memiliki kreatifitas yang tinggi dalam menyampaikan ilmu dengan cara yang menyenangkan yaitu bermain, bercerita, dan bernyanyi.

Penulis Elis Nurhayati, Editor  Ma’in

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Semarak Pra Milad ke-108 Aisyiyah PCA Sugio, Begini Agendanya

Next Post

SD Muhammadiyah 1 Sugio Gelar Silaturahmi dan Sosialisasi Program Sekolah

Read next
0
Share