Redaksi MuhammadiyahLamongan.com hadir di tengah derasnya arus informasi dari media pemberitaan online. Dan menyajikan suguhan dakwah media massa yang sejuk, Islami dan berkemajuan. Berbasis komunitas dan berpedoman pada tujuan persyarikatan Muhammadiyah.

Petugas RSU Muhammadiyah Babat Lakukan Pemeriksa Penumpang di Stasiun KA untuk Cegah Corona

55 sec read

muhammadiyahlamongan– Sejumlah tim medis dari Rumah Sakit Umum (RSU) Muhammadiyah Babat turut terjun langsung dalam pemeriksaan penumpang Kereta Api (KA) di Stasiun Babat.

 

Menurut Humas RSU Muhammadiyah Babat, M Imam Taufik, pemeriksaan  tim medis RSU Muhammadiyah  bersama dengan petugas dari Polsek Babat, Koramil Babat  serta dari pihak kecamatan tersebut merupakan upaya untuk memutus mata ranati penyebaran virus Corona ke Lamongan.

 

“Jadi seluruh penumpang yang turun di Stasiun Babat dilakukan pemeriksaan badan tensi darah” kata Humas RSU Muhammadiyah Babatr, M Imam Taufik, Minggu (5/4) sore.

Menurutnya, penumpang yang dilakukan pemeriksaan tersebut adalah penumpang yang turun dari kereta api dari Jakarta.

 

“Pemeriksaan ini akan kami lakukan secara rutin bersama petugas lainya. Ini semua adalah untuk memberi sarah tenang masyarakat Lamongan” ungkap Imam, panggilan M Imam Taufik,

 

Seperti diketahui, Sulitnya masyarakat Lamongan mendapatkan hand sanitizier untuk membersihkan tangan dari virus corona membuat jajaran menejemen  Rumah Sakit Umum (RSU) Muhammadiyah Babat bergerak mencarikana solusi,  yaitu membuat hand sanitizer.

 

Hand sanitizer buatan RSU Muhammadiyah Babat tersebut kemudian dibagikan ke masjid-masjid, lembaga pendidikan dan instansi-instansi di sekitar Kecamatan Babat.

 

“Ini adalah upaya kami untuk membantu masyarakat dalam mencegah merebaknya virus Corona, utamanya di Lamongan” kata Direktur RSU Muhammadiyah Babat, dr Fara Nurdiyana, pada sejumlah awak media, Sabtu (4/4) kemarin,

 

Menurutnya, Hand sanitizer buatan RSU Muhammadiyah Babat  itu bahanya adalah alkohol, gliserin, H2O2, aquabides. Masing bahan-bahan ini komposisinya  berbeda.

 

“Hand sanitizer yang kami buat ini sesuai dengan standart organisasi kesehatan dunia atau WHO” terang Fara, panggilan dr Fara Nurdiyana yang juga menjelaskan pembuatannya dilakukan di laboratorium RSU Muhammadiyah Babat. (LIK)

 

Redaksi MuhammadiyahLamongan.com hadir di tengah derasnya arus informasi dari media pemberitaan online. Dan menyajikan suguhan dakwah media massa yang sejuk, Islami dan berkemajuan. Berbasis komunitas dan berpedoman pada tujuan persyarikatan Muhammadiyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *