MuhammadiyahLamongan.com – Dalam upaya berikan layanan kesehatan yang aman, berorientasi pada keselamatan, Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan gelar kegiatan Simulasi Code Blue, Kamis (23/7/2026)
Simulasi ini diselenggarakan secara komprehensif di tiga titik krusial rumah sakit, yakni Lobby G. Sudjak (Area 3), Ruang Mentari (Area 1), dan Ruang Zam-Zam (Area 2).
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kesadaran bahwa kondisi gawat darurat terhadap serangan jantung (henti jantung) bisa menyerang siapa saja dan kapan saja.
Ancaman medis ini tidak pandang bulu, baik itu pasien, keluarga pasien, pengantar pasien, pekerja rumah sakit, dan bahkan siapapun di manapun mereka berada. Kecepatan serta ketepatan respons menjadi kunci penentu keselamatan nyawa.
Sebagai institusi pelayanan kesehatan yang proaktif, RS Muhammadiyah Lamongan (RSML) telah memiliki prosedur terstruktur dan Tim Code Blue khusus yang senantiasa disiagakan untuk menangani korban yang tiba-tiba tidak sadarkan diri di seluruh area rumah sakit.
Selain sebagai sarana pembelajaran rutin, simulasi ini juga merupakan langkah strategis dalam menyambut akreditasi rumah sakit dengan standar terbaru pada semester II tahun 2026.
Pelaksanaan simulasi dibuat serealistis mungkin dengan menggunakan metode observasi langsung. Skenario diawali dengan ditemukannya korban yang mengalami henti jantung.
Petugas pertama yang menemukan korban dituntut untuk sigap melakukan penilaian awal dan segera mengaktifkan sistem Code Blue rumah sakit, sembari memberikan Bantuan Hidup Dasar (BHD).
Sesaat kemudian, Tim Code Blue tiba di lokasi sesuai target waktu respons (respons time) untuk mengambil alih penanganan lanjutan.
Tindakan darurat seperti Resusitasi Jantung Paru (RJP), manajemen jalan napas, hingga simulasi penggunaan alat defibrillator dipraktikkan dengan presisi tinggi.
Di penghujung acara, kegiatan ini ditutup dengan sesi debriefing atau evaluasi menyeluruh bersama tim evaluator dan observer. Hasil evaluasi dari simulasi ini menyimpulkan adanya peningkatan skill dan ketanggapan petugas yang akan terus ditingkatkan secara berkelanjutan.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk melakukan refresh kembali terhadap Panduan serta Standar Prosedur Operasional (SOP) Code Blue yang berlaku di lingkungan rumah sakit, guna memastikan seluruh elemen pelayanan siap menghadapi kondisi darurat yang sesungguhnya.
Penulis Bagus Pribadi Editor Lim