MuhammadiyahLamongan.com— Suasana Dome Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) mendadak bergemuruh oleh tepuk tangan dan sunggingan senyum haru dari ribuan pasang mata yang hadir. Di panggung megah gelaran Tabligh Akbar Milad ‘Aisyiyah ke-109 yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Lamongan, Ahad (26/7/2026), momen istimewa tercipta lewat aksi kepolosan anak-anak usia dini.
Acara Tabligh Akbar ini juga menjelma menjadi ajang unjuk bakat brilliant dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) TK ABA 2 Made Lamongan, mereka berhasil mencuri perhatian dan melelehkan hati siapa saja yang menyaksikan.
Mendapat kehormatan luar biasa untuk tampil di helatan akbar tersebut, siswa terpilih—Ara, Ayu, Maysilla, Najma, dan Icha—naik ke atas panggung dengan langkah-langkah kecil mereka. Tanpa raut canggung, wajah-wajah mungil nan menggemaskan itu tampil begitu percaya diri membawakan gerak tari islami.
Dakwah Indah Lewat Langkah-Langkah Kecil
Tari islami yang dibawakan oleh kelima siswa TK ABA 2 Made Lamongan tersebut bukan sekadar peragaan gerak tubuh belaka, melainkan bentuk syiar dakwah yang dikemas secara estetis dan edukatif sejak usia dini. Melalui irama musik religius yang lembut dan ritmis, setiap sabetan tangan serta langkah kaki anak-anak tersebut menyimbolkan nilai-nilai kesantunan, ketaatan, dan keindahan ajaran Islam.
Pembentukan karakter berkeadaban inilah yang menjadi roh utama dalam kurikulum pendidikan anak usia dini di lingkungan ‘Aisyiyah. Seni tak sekadar dipahami sebagai hiburan, melainkan media yang efisien dan menyentuh untuk menanamkan rasa cinta kepada Sang Pencipta sejak dini.
Simbol Optimisme Estafet Masa Depan
Penampilan memukau dari Ara, Ayu, Maysilla, Najma, dan Icha ini sekaligus mempertegas pesan utama dari narasi perayaan Milad ‘Aisyiyah ke-109. Kehadiran mereka di atas panggung megah Dome UMLA memberikan bukti konkret keberhasilan pembinaan generasi penerus yang percaya diri, kreatif, dan berakhlak mulia.
Keberanian mereka berdiri di hadapan ribuan pasang mata kader ‘Aisyiyah se-Kabupaten Lamongan menjadi simbol optimisme yang kuat. Momen ini menyiratkan pesan hangat bahwa tongkat estafet dakwah amar ma’ruf nahi munkar akan terus berlanjut dengan kokoh, indah, dan penuh kelembutan di masa depan.
Leburkan Suasana Menjadi Penuh Kehangatan
Secara keseluruhan, helatan akbar ini menegaskan peran vital Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Lamongan yang tidak hanya fokus pada pergerakan perempuan dewasa, tetapi juga memberikan ruang tumbuh yang inklusif dan apresiatif bagi anak-anak. Kepolosan dan ketulusan gerak tari anak-anak tersebut berhasil meleburkan suasana formal menjadi penuh kehangatan, haru, dan kebanggaan.
Momen manis dari langkah-langkah kecil di atas panggung ini pun menyempurnakan kebahagiaan Milad ‘Aisyiyah ke-109—sebuah ajang konsolidasi organisasi yang tak hanya sarat akan nilai keagamaan, tetapi juga kebudayaan dan harapan besar bagi masa depan pendidikan berkarakter.
Penulis: Syifa, Editor: Ma’in