MuhammadiyahLamongan.com — Suasana haru dan bangga menyelimuti kompleks Pondok Pesantren Modern Paciran, Sabtu (12/9/2026). Setelah berlatih hampir satu bulan, kontingen MI Muhammadiyah 09 Labuhan (MI MULA) berhasil membawa pulang lima gelar dalam ajang regional Mudama Got Talent.
Sorak-sorai dan tepuk tangan mengiringi para murid MI MULA ketika satu per satu nama mereka dipanggil ke panggung kehormatan. Prestasi tersebut menjadi buah dari latihan panjang yang mereka jalani di tengah persaingan dengan peserta dari sejumlah sekolah di Jawa Timur.
Selama hampir satu bulan, para murid berlatih baris-berbaris, pionering, hingga semaphore. Di bawah terik matahari dan embusan angin pesisir, mereka menempa kedisiplinan, ketahanan fisik, serta kekompakan tim.
Dalam kategori kepanduan Hizbul Wathan, kontingen MI MULA meraih Juara 1 Pionering Putra, Juara 3 Pionering Putri, Juara 3 PBB Putra, Juara Harapan 1 Semaphore Dance Putri, dan Juara Harapan 3 PBB Putri.
Nugi, murid kelas VI yang menjadi peserta Pionering Putra, mengatakan kemenangan tersebut merupakan buah dari ketekunan selama menjalani latihan. Ia mengaku senang karena kerja keras bersama tim akhirnya membuahkan hasil.
“Usaha keras kami selama ini rasanya terbayar lunas,” kata Nugi.
Cerita lain datang dari Riska, murid kelas VI yang bertugas sebagai Komandan Peleton (Danton) PBB Putri. Meski timnya meraih Juara Harapan 3, Riska tidak menunjukkan kekecewaan. Ia justru memandang pengalaman selama berlatih dan bertanding sebagai pelajaran penting untuk membangun mental dan kepercayaan diri.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran guru dan pelatih Hizbul Wathan yang mendampingi para murid selama masa persiapan. Kepala MI Muhammadiyah 09 Labuhan, Ma’in, S.H.I., mengapresiasi kerja keras seluruh kontingen.
“Semangat belajar, kedisiplinan, dan kerja sama tim yang solid menjadi kunci utama anak-anak mampu menyelesaikan setiap tantangan sesuai juknis hingga meraih juara,” ujar Ma’in.
Prestasi di tingkat Jawa Timur tersebut menjadi catatan penting bagi MI MULA. Para murid harus bersaing dengan sekolah dari sejumlah daerah, antara lain Surabaya, Gresik, Lamongan, dan Tuban.
Bagi sekolah, capaian tersebut bukan sekadar deretan piala. Prestasi itu menjadi bukti bahwa proses, kedisiplinan, dan kerja sama antara murid, pelatih, guru, dan orang tua dapat melahirkan hasil yang membanggakan. (*)
Penulis : Marmulik Hidayah | Editor : Fathan Faris Saputro