MuhammadiyahLamongan.com -Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan menggelar Workshop dan Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala Sekolah/Madrasah Muhammadiyah se-Kabupaten Lamongan di Kota Batu, Jawa Timur.
Acara belangsung selama 3 hari. Mulai dari tanggal 5-7 Juli 2026. Mengusung tema “Sinergi Kepemimpinan untuk Memajukan Sekolah Muhammadiyah yang Unggul, Adaptif, dan Berkemajuan.”
Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat komitmen para kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Lamongan.
Kegiatan diawali dengan kajian iftitah yang disampaikan Wakil Ketua PDM Lamongan, Drs. Muhammad Anwar, M.Pd. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh peserta menjadikan sabar, syukur, dan kebahagiaan sebagai fondasi utama dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin lembaga pendidikan.
Menurutnya, kepala sekolah tidak hanya dituntut memiliki kemampuan manajerial, tetapi juga ketangguhan spiritual dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan. Dengan sikap sabar dan rasa syukur, seorang pemimpin akan mampu menghadirkan suasana kerja yang harmonis sekaligus membawa sekolah terus berkembang.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pengukuhan 25 kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah baru tahun 2026. Pengukuhan ini menjadi simbol kepercayaan sekaligus amanah besar bagi para pemimpin baru untuk membawa sekolah Muhammadiyah semakin unggul, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan.
Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PDM Lamongan, Drs. M. Said, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan pentingnya membangun semangat kebersamaan sebagai modal utama memajukan pendidikan Muhammadiyah.
“Komitmen kita adalah bergerak maju dan berkembang bersama. Kebersamaan merupakan kekuatan besar untuk mendorong kemajuan sekolah-sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Lamongan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PDM Lamongan, Dr. H. Shodikin, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dapat membersamai seluruh peserta dalam kegiatan workshop dan rakor tersebut. Ia menekankan pentingnya meneguhkan identitas dan keyakinan sebagai bagian dari gerakan Muhammadiyah yang memiliki tujuan mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya serta memperoleh rida Allah SWT.
Ia juga mengingatkan seluruh kepala sekolah untuk terus membangun tata kelola lembaga yang profesional dan akuntabel. Menurutnya, kepemimpinan yang baik harus diwujudkan melalui manajemen yang tertata, disiplin dalam prinsip, namun tetap luwes dalam menjalin hubungan sosial.
“Teguh dalam prinsip, tetapi supel dalam pergaulan. Itulah karakter pemimpin Muhammadiyah yang mampu menjaga nilai sekaligus membangun kolaborasi,” pesannya.
Workshop dan Rakor Kepala Sekolah/Madrasah Muhammadiyah ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antarpemimpin sekolah, meningkatkan kompetensi kepemimpinan, serta melahirkan inovasi dalam pengelolaan pendidikan.
Dengan semangat kolaborasi, sekolah-sekolah Muhammadiyah di Lamongan diharapkan semakin unggul, adaptif menghadapi tantangan zaman, dan terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan serta persyarikatan Muhammadiyah.
Penulis Adi Familu Editor Lim
