MuhammadiyahLamongan.com – Himpunan Mahasiswa S1 Ekonomi Syariah (HIMAEKSYAR) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) sukses menggelar acara Seminar Sadar Zakat pada Sabtu (15/6/2024). Acara yang berlangsung di Aula Kecil UMLA ini dihadiri oleh perwakilan HIMAEKSYAR dari Universitas Darul ‘Ulum (UNISDA) dan Universitas Islam Lamongan (UNISLA). Perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Manajemen UMLA juga turut hadir memeriahkan seminar.
Seminar mengusung tema “Sudah Bayar Pajak, Bayar Zakat Pula. Rugi Dong!”, dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan motivasi anak muda dalam mengamalkan zakat sesuai ajaran Islam. Ketua Umum HIMAEKSYAR UMLA, Noven Purnama, berharap seminar ini dapat mendorong peserta untuk lebih sadar akan pentingnya zakat. “Saya berharap teman-teman yang hadir dapat memahami betapa penting dan bermanfaatnya zakat, baik dari sisi ekonomi maupun sosial,” tuturnya.
Ia berharap HIMAEKSYAR ke depannya dapat terus bersinergi dan berkontribusi dalam kegiatan positif demi kemajuan generasi muda. Seminar sadar zakat ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang pentingnya zakat bagi perekonomian.
Senada dengan itu, Ketua Pelaksana Seminar Sadar Zakat, Subhan Andzim, menambahkan bahwa seminar ini sangat informatif dan memberikan banyak manfaat. “Saya belajar banyak tentang zakat, mulai dari pengertiannya hingga cara menghitung dan mendistribusikannya. Pembicara juga sangat kompeten dan inspiratif, sehingga mampu menyampaikan materi dengan jelas dan menarik,” ujarnya.
Hadir sebagai pembicara, Hengky Asmarakandi, Kepala Bidang Edukasi dan Kemitraan Zakat Lembaga Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), menyampaikan beberapa poin penting terkait zakat. Materi yang disampaikan mencakup peran zakat dalam perekonomian, hubungan antara pajak dan zakat, serta perbedaan antara Zakat, Infaq, Shadaqah, dan Wakaf (ZISWAF). “Potensi zakat di Indonesia, jika benar-benar diberdayakan dan diawasi, dapat mengurangi kesenjangan antara si kaya dan si miskin. Tidak ada lagi istilah kaya dan miskin, melainkan kaya dan cukup,” jelasnya. (*)
Reporter Alifatus Zahroh. Editor Fathan Faris Saputro.