MuhammadiyahLamongan,Com- Sejumlah siswa-siswi SMP Negeri dan Swasta mengikuti Muh1ba Journalistic workshop di SMA Muhammadiyah 1 Babat, Rabu (04/09/2024). Workshop ini terselenggara oleh PR. IPM SMA Muhammadiyah 1 Babat bersama dengan Ekstra Jurnalistik SMA Muhammadiyah 1 Babat dengan menghadirkan narasumber wartawan Suara Bhineka juga Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lamongan M. Ali Zulfikar, M.Pd.
Lebih lanjut, kegiatan ini merupakan even rutin tiap tahun yang digelar oleh PR. IPM SMA Muhammadiyah 1 Babat bersama dengan Ekstra Jurnalistik SMA Muhammadiyah 1 Babat. SMP Negeri dan Swasta yang diundang SMP Muhammadiyah 1 Babat, SMP Negeri 1 Babat, MTsN Babat, SMP Negeri 2 Babat, SMP Negeri 3 Babat, SMP Negeri 4 Babat, SMP Muhammadiyah 26 Babat, SMP Muhammadiyah Kedungpring dan SMP Muhammadiyah Kalen. Selain memperoleh materi di ruang Laboratorium Komputer, para peserta juga melakukan simulasi wawancara sekaligus praktik menulis.
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Babat, Agus Al-Chusairi dalam sambutannya merasa senang atas kegiatan hari ini, “Saya senang dan bahagia dengan kegiatan hari ini, bagian dari menambah ilmu dan wawasan tentang dunia komunikasi khususnya kejurnalistikan untuk para murid” Kata Bapak Agus. Dan beliau menambahkan “Silahkan kalian serap ilmu jurnalistik dari mas Ali, silahkan dimanfaatkan waktunya yang singkat ini, terima kasih atas kehadiran dan atensi, selamat mengikuti workshop ini demikian workshop dibuka” Imbuhnya. Selanjutnya Beliau membuka tanda dimulainya kegiatan MJW dan Kajian Ilmiyah.
Pemateri tunggal dalam MJW dan Kajian Ilmiah hari ini adalah M. Nur Ali Zulfikar, “Sebagai penulis harus jujur, tegas dan tidak melenceng” Ujarnya diawal membuka materinya.
Aktifis Pemuda Muhammadiyah Lamongan dalam MJW dan Kajian Ilmiyah ini membawakan Tema Materi “Jurnalistik menurut Islam, Teknik membuat Artikel dan Liputan”.
Dalam penjelasan beliau Prinsip Jurnalistik Islam ada 6, Pertama, Qawlan syadidan (Q.s, anNisa:9) tegas, jujur, straight to the point. Kedua, Qawlan balighan (Q.s, an-Nisa:63) jelas, terang, konsisten, tepat sasaran. Ketiga, Qawlan maysuran (Q.s; al-Isra’:28) pantas. Keempat, Qawlan layyinan (Q.s:Thaha:44) lemah-lembut, santun, andap-asor. Kelima Qawlan kariman (Q.s; al-Isra’:23), mulia, halus. Keenam, Qawlan ma’rufan (Q.s; an-Nisa:5) kata yang baik, tidak sombong dan tidak asal bapak senang (ABS).
Sedangkan Fungsi Jurnalistik Islam menurut beliau adalah sebagai dakwah, sebagai ilmu, dan sebagai gerakan sosial-perlawanan. Sejarah Pers Islam Dunia dimulai dengan keberadaan koran Islam pertama kali muncul di Mesir yakni Al-Waqai Al-Misriyah (Peristiwa Mesir) pada 20 November 1828 era kepemimpinan Muhammad Ali. Sedangkan Pers Islam di Tanah Air Keberadaan pers Islam di tanah air dimulai pada awal abad ke-20 bersamaan dengan menyebarnya ide-ide reformasi di Timur Tengah khususnya Mesir yang tersebar melalui dua majalah terkemuka Mesir yakni Al Urwatul Wutsqo dan Al-Manar.
Pada 1911 terbitlah majalah mingguan yang terbit setiap Sabtu, Al-Munir di Padang, Sumatera Barat merupakan majalah perdana yang menyuarakan aspirasi Islam. Pada 1915 Al Manar sudah gulung tikar. Pada tahun 1915 Muhammadiyah mendirikan Soera Moehammadijah.
Pada 1918 terbit majalah Al Munir Al Manar di Padangpanjang, Padang pimpinan Zainuddin Labay El-Yunusy atas anjuran Hamka. Pada 1924 majalah tersebut tutup semenjak wafatnya Labay. Pada era Orde Lama, tahun 1959 berdirilah Majalah Panji Masyarakat (Panjimas) didirikan oleh KH Fakih Usman (tokoh Muhammadiyah), Hamka, dan Yusuf Abdullah Puar. Serta Masih Banyak lagi.
Setelah materi jurnalistik dalam Islam disambung dengan materi menulis berita, menurut Pria yang akrab dipanggil Mas Ali ini untuk pintar menulis berita adalah harus tahu tahapan juga caranya dan mengetahui Struktur berita. Pria yang juga CEO suarabhineka.com juga menyampaikan tentang penulisan artikel bahwa Artikel ilmiah populer adalah artikel/opini yang ditulis dengan gaya bahasa populer (bahasa media/bahasa jurnalistik) akan atau sudah dimuat di media massa online atau cetak (surat kabar, majalah, tabloid dan sebagainya).
Terakhir dalam penyampaian materinya, pria yang juga Direktur Pusat Study Tata Kelola Daerah (Pustada) “Saya sangat gembira bisa berbagi ilmu dengan para peserta, berarti para jurnalis masa depan akan siap muncul dari pelatihan-pelatihan atau workshop-workshop yang sering diadakan seperti ini”Ucapnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan praktik menulis oleh peserta dan hasil karya tulisan terbaik akan mendapatkan hadiah menarik yang sudah disiapkan oleh panitia.
Penulis: Ali Ahmadi, Editor: Ma’in