MuhammadiyahLamongan,Com- MTs Muhammadiyah 25 Brondong menggelar pembelajaran seni budaya dan keterampilan di luar madrasah dengan penuh keseruan pada Kamis 10 Oktober 2024.
Ada yang berbeda dengan kegiatan belajar mengajar di MTs Mutif Brondong pada hari itu. Para siswa yang biasanya belajar di dalam kelas, hari itu tampak riuh di halaman Madrasah. Mereka ternyata sedang bersemangat membagi kelompok rombongan menyesuaikan kelas dan armada yang akan membawa mereka menuju lokasi outing class yang telah direncanakan oleh guru Seni Budaya dan Keterampilan. Pagi itu sudah terjadwal kegiatan pembelajaran di luar kelas (outing class) mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan di sanggar Khatulistiwa Art Tuban.
Pada kesempatan itu seluruh siswa kelas 9 dan guru pengampu Seni Budaya dan Keterampilan didampingi langsung oleh pimpinan Madrasah mengikuti rangkaian kegiatan outing class Seni Budaya dan Keterampilan. Menurut Musfiroh, selaku guru pengampu mata pelajaran SBK, hari itu anak-anak akan fokus menimba ilmu tentang seni lukis dari senimannya langsung. “Tujuannya tentu saja untuk memberikan pengalaman belajar yang spesial. Setidaknya dengan nuansa baru dan dari sumber belajar yang lebih banyak, anak-anak akan termotivasi, lebih semangat belajar, lebih bisa menggali potensi diri”, ungkap Firoh.
Tepat pukul 08.00 tiga armada mobil beranjak keluar dari halaman Madrasah. Lokasi pertama perjalanan hari itu adalah studio foto di pusat Kota Tuban. Di sana sesi foto siswa kelas 9 dilakukan untuk menyiapkan segala kebutuhan administrasi kelulusan, album kenangan, serta video dokumenter. Perjalanan pun dilanjutkan menuju sanggar Khatulistiwa Art di desa Bejagung Semanding Tuban. Di lokasi kedua inilah para siswa belajar seni lukis bersama seniman asal Surabaya, Kak Uzzaer. Kedatangan rombongan MTs Mutif disambut hangat oleh manajer sanggar, Kak Lutfi. Tidak hanya itu, banyak karya yang terpajang di setiap sudut juga menyambut sekaligus memanjakan mata yang berkunjung.
Menjelang tengah hari pembelajaran seni lukis pun dimulai. Kak Lutfi membuka dengan menyapa para siswa dan memberikan gambaran singkat tentang sanggar khatulistiwa. Selanjutnya materi utama seni lukis diberikan oleh kak Uzzaer. Motivasi belajar disampaikan sebagai pembuka dan ikuti dengan beberapa teori berkarya seni lukis serta praktik langsung mulai dari membuat sketsa, memilih warna, memadukan warna hingga menggoreskan kuas di atas kanvas. keseruan pun tidak terhindarkan ketika para siswa berusaha menuangkan imajinasinya. Untungnya Kak Lutfi dan Kak uzzaer dengan sabar mendampingi Mereka menyelesaikan karya masing-masing .
Setelah hampir 3 jam satu persatu karya siswa sudah bisa mendapatkan penilaian dan evaluasi dari Kak Uzzaer.
“Setiap warna yang kalian pilih, setiap goresan yang kalian buat di kanvas itu sejatinya menggambarkan karakter kalian. Bahkan bagaimana mood kalian saat ini bisa terbaca dari sana”, ungkap Kak Uzzaer saat memberikan pesan kepada para siswa. Namun kepuasan dan kegembiraan tampak jelas di wajah para siswa di akhir kelas. Bagaimanapun hasil karya mereka, pengalaman menimba ilmu hari itu memberikan pengaruh positif. Sesi kelas seni lukis diakhiri dengan foto bersama dengan kakak mentor sekaligus pengabadian karya anak.
Perjalanan belum berakhir. Tujuan selanjutnya adalah tempat untuk refreshing. pada kesempatan hari itu, mereka diajak ke wisata pemandian Bektiharjo. Nuansa kolam alami dari sumber mata air diharapkan bisa menghilangkan kelelahan sepanjang perjalanan. Setelah menunaikan salat di mushala wisata, pada jam 16.00 rombongan beranjak untuk melanjutkan perjalanan pulang.
“Dalam berbagai kesempatan, semua guru memang harus bisa menghadirkan pembelajaran yang bermakna sekaligus menyenangkan. Saya selalu mendukung pembelajaran seperti itu dari mata pelajaran apapun”, jelas Suaidi, S.Pd.I di sela-sela kegiatan.
Penulis: Firoh Vio, Editor: Ma’in