Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Khutbah Iduladha: Refleksi Pengorbanan Ibrahim di Era Digital

MuhammadiyahLamongan.com- Suasana teduh menaungi pelaksanaan salat Iduladha di lapangan depan Masjid An-Nur, Keduwul, pada Jumat (6/6/2025). Jamaah yang hadir berasal dari warga Muhammadiyah ranting Keduwul dan sekitarnya, mulai dari sesepuh, dewasa, angkatan muda, anak-anak hingga balita. Dengan beralaskan terpal di rerumputan dan beratapkan langit pagi yang cerah menambah kekhusyukan pelaksanaan salat.

Bertugas sebagai imam dan khatib, ustadz muda Dziya’ul Ilmi Al-Fatwa dari Gresik, mengurai ibrah peristiwa idul qurban sebagaimana dalam QS. Ash-Shaffat : 101.

Maka ketika Ismail sampai pada usia sanggup berusaha bersamanya, Ibrahim berkata, “wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku dalam mimpiku itu diperintah oleh Allah menyembelihmu, maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dengan penuh kepasrahan kepada Allah dan ketaatan pada ayahnya, dia menjawab, “wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan oleh Allah kepadamu; insyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar dalam melaksanakan perintah-Nya.”

Nabi Ibrahim yang sejak usia muda diuji oleh Allah, di usia 80 tahun belum dikaruniai seorang anak hingga lahirlah putra yang mewarisi keshalihan ayahnya. Ujian Nabi Ibrahim AS. selama usianya sehingga diberikan gelar “Khalilullah” yang berarti kesayangan Allah, karena keimanannya yang sangat kuat dan hubungan yang erat dengan Allah SWT.

Khatib mengajak jamaah untuk memaknai ulang tentang peristiwa qurban, yakni :

  1.  Hubungan yang luar biasa, sikap berserah diri dengan ketaatan dan ketundukan secara langsung dengan Allah. Seorang figur ayah yang mencintai dan dicintai oleh Allah SWT. sehingga melahirkan seorang anak yang shalih.
  2. Hikmah kemanusiaan, dialog yang baik antara anak dengan ayahnya demi membangun relasi manusia dengan Tuhannya, sehingga mengorbankan ego kemanusiaan.

Bagaimana jika kisah ini terjadi di era digital saat ini? Pesatnya kemajuan sosial media (sosmed) dan perkembangan Artificial Intelligence (AI), tentunya akan viral atau bahkan Ibrahim dianggap seorang ekstrimis.

Untuk itu, menjadi renungan kita agar senantiasa mempertahankan keimanan dan keshalihan, selalu mendahulukan perintah Allah dan selalu bertawakal kepada Allah SWT dalam segala situasi perubahan zaman.

Penulis Isro’im Maghfiroh, Editor Ma’in

2
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Lebih dari 200 Hewan Qurban Disembelih di PCM Babat: Refleksi Spiritual dan Kepedulian Sosial

Next Post

PCPM Sugio Gelar Tebar Daging Qurban, Wujud Kepedulian dan Dakwah Pemuda Muhammadiyah

Read next
0
Share