MuhammadiyahLamongan.com- Tiba saatnya Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 80. Di tahun 2025 ini semakin tua usia Negara Indonesia bukan semakin lemah dan tak bersemangat, akan tetapi justru semakin semangat dalam memeriahkannya.
Terutama lembaga PAUD Aisyiyah yang terletak di Desa Morocalan Kecamatan Glagah Kabupaten Lamongan. Meskipun berada di pelosok yang setiap tahun selalu dilanda banjir karena berada di area anak bengawan Solo, namun semangat kemerdekaannya tidak kalah dengan PAUD Aisyiyah di kota.
Kali ini mereka mengadakan lomba-lomba yang tentunya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tidak hanya anak-anak yang semangat, akan tetapi ibunya pun guyup membuat lomba sekaligus menyiapkan hadiah yang sederhana tapi menghebohkan.
Pada Senin, 11 Agustus 2025 lomba telah dimulai. Disambut dengan cuaca cerah secerah senyum mereka dan panas mentari bagai membakar semangat mereka. Serta suara burung-burung berkicau seakan-akan memberikan support untuk mereka. Di antara lomba-lomba yang dipilih untuk anak-anak yaitu lomba memakai kaos kaki, lomba meniup bola pimpong, dan lomba kukuruyuk.
Sedangkan ibu-ibu membuat lomba ambil karet dalam tepung dan serok permen. MasyaAllah lomba ibu-ibu ternyata lebih seru dan lebih heboh.
Setelah lomba-lomba terlampaui acara diakhiri dengan upacara bendera pada Sabtu 16 Agustus 2025 sebagai puncak dari kegiatan memeriahkan kemerdekaan. Dengan dresscode merah putih benar-benar melambangkan keberanian dan kebersihan hati menjadi bangsa Indonesia.
Upacara diikuti seluruh siswa-siswi, ibu guru, dan wali murid PAUD Aisyiyah Morocalan. Berbaris rapi diiringi hangatnya mentari pagi yang mengucurkan keringat, namun tidak melemahkan semangat mereka. Justru anak-anak tersenyum karena tumpukan hadiah telah dibagikan selesai penutupan upacara. Lalu di akhir acara itu mereka bersama menikmati makanan yang telah disiapkan ibu-ibu dari rumah masing-masing. Mereka berbagi tugas ada yang membawa nasi, berbagai macam lauk dan sayuran.
Namun demikian, kemerdekaan tidak hanya semata-mata dirayakan dengan meriah, akan tetapi harus diisi dengan melanjutkan perjuangan para pahlawan di masa dulu. Mereka yang telah bertaruh nyawa dengan gigih berani tak takut mati demi bisa mengibarkan bendera merah putih, demi membebaskan bangsa dari penjajah kejam dan tak manusiawi. Maka sekarang kita wajib belajar dengan sungguh-sungguh, memanfaatkan kemajuan teknologi dengan hal-hal yang positif sampai bisa membawa harum nama bangsa yaitu Bangsa Indonesia.
Penulis: Elis Nurhayati, Editor: Ma’in
