MuhammadiyahLamongan.com – Tantangan dakwah di era digital menuntut generasi muda tidak hanya aktif, tetapi juga memiliki kemampuan berkomunikasi yang efektif, persuasif, dan berkarakter. Menjawab kebutuhan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) menggelar pelatihan Hypno Public Speaking for Digital Dakwah bagi kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Solokuro, Sabtu (21/12/2025), di Aula Perguruan Muhammadiyah Solokuro.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Hibah Riset Nasional Muhammadiyah (RisetMu) Batch IX Tahun 2025 yang dikelola Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah. Pelaksanaan program tersebut didasarkan pada Surat Kontrak Pengabdian kepada Masyarakat Nomor 0259.239/I.3/D/2025.
Program ini menjadi wujud kontribusi perguruan tinggi Muhammadiyah dalam mendampingi kader pelajar menghadapi dinamika Society 5.0, khususnya dalam penguatan kapasitas komunikasi dan dakwah digital.
Sebanyak 80 kader IPM dari Pimpinan Cabang dan berbagai ranting di wilayah Solokuro mengikuti pelatihan ini dengan antusias. Materi pelatihan difokuskan pada penguatan keterampilan berbicara di depan publik melalui pendekatan hypno public speaking, yakni teknik komunikasi yang menekankan sugesti positif, pengelolaan emosi, serta penyampaian pesan yang mampu menyentuh aspek kognitif dan afektif audiens.
Tim PkM UMLA diketuai oleh Fais Wahidatul Arifatin, S.S., M.Pd., dengan anggota dosen Teguh Hadi Wibowo, S.Hum., M.Pd., dan Naajihah Mafruudloh, M.Pd. Kegiatan ini juga melibatkan tiga mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMLA, yakni Muhammad Fikar Al Kamali, Anggun Fara Diana (Program Studi Manajemen), serta Heru Febriansa (Program Studi Akuntansi). Kolaborasi dosen dan mahasiswa tersebut mencerminkan implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat.
Pelatihan semakin bermakna dengan kehadiran Afif Hidayatullah, Direktur PITC–Permata Public Speaking, sebagai pelatih utama. Dalam sesinya, Afif membimbing peserta untuk mengenali potensi diri, membangun kepercayaan diri, serta mengemas pesan dakwah agar lebih komunikatif dan relevan dengan karakter audiens digital.
Ketua Tim PkM UMLA, Fais Wahidatul Arifatin, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan membekali kader IPM dengan keterampilan komunikasi yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai dakwah Muhammadiyah. “Kami berharap kader IPM mampu menjadi komunikator dakwah yang santun, inspiratif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Tim PkM UMLA bersama PC IPM Solokuro menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi pelajar dalam mencetak generasi muda yang kreatif, bertanggung jawab, dan siap mengambil peran strategis dalam dakwah Islam berkemajuan di ruang digital. (*)
Penulis Fais Wahidatul Arifatin. Editor Fathan Faris Saputro.